Nasional . 13/10/2026, 08:30 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Mamuju. Adapun Kendari dan Manado berpotensi mengalami kondisi asap kabut dan udara kabur.
Bergeser ke kawasan Maluku dan Papua, BMKG memperkirakan cuaca berawan berpotensi terjadi di Jayapura.
Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Ternate, Sorong, Jayawijaya, dan Merauke. Khusus Nabire, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan petir.
BMKG menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik yang terbentuk di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan memicu daerah perlambatan serta pertemuan angin di sejumlah wilayah.
Kondisi atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar area terkait. Akibatnya, sejumlah daerah berpeluang mengalami hujan meskipun cuaca kering masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara lokal.
Selain cuaca daratan, BMKG turut mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut agar mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter.
Potensi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.
Untuk mengantisipasi potensi hujan dan perubahan kondisi cuaca, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana.
Pertama, pantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum bepergian. Kedua, sesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Ketiga, tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan hujan petir meskipun cuaca di sekitar terlihat kering.
Bagi masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut, perhatikan pula informasi gelombang tinggi sebelum menjalankan aktivitas di perairan. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media