Gegara Minta Israel Ratakan Gaza, Pemilik Restoran India Ini Mengemis Bantuan Usai Bisnisnya Sepi dan Nyaris Bangkrut
Dia meminta agar PM Israel Benyamin Netanyahu meratakan penduduk Gaza hingga tidak ada bangungan yang tersisa.
fin.co.id - Gelombang boikot netizen merontokkan bisnis milik Harman Singh Kapoor, warga India pemilik restoran Singh’s Dining yang beroperasi di London. Usahanya kini berada di ambang kebangkrutan setelah video aksinya yang mengejek kondisi Gaza, Palestina, mendadak tular di berbagai media sosial.
Kontroversi bermula ketika Kapoor mengunggah rekaman video yang memperlihatkan layar ponselnya. Layar tersebut menampilkan citra udara sebuah bangunan yang masih berdiri tegak di tengah kehancuran Gaza. Dalam rekaman itu, Kapoor secara terbuka mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meratakan seluruh area tanpa menyisakan satu pun bangunan.
"Sekarang saya bertanya kepada Bibi (Benjamin Netanyahu) dan Pasukan Pertahanan Israel... kenapa bangunan sialan ini masih berdiri di Gaza," ujarnya.
Saat perekam video menanyakan apakah bangunan itu merupakan satu-satunya struktur yang tersisa, Kapoor menjawab singkat, "Ya, kenapa?"
Baca Juga
Rekaman tersebut kemudian mengidentifikasi bangunan yang dimaksud sebagai Sekolah Putri Al-Qadisia, yang disebut-sebut tengah difungsikan sebagai pangkalan militer Israel di wilayah pendudukan Gaza.
Sepi Pengunjung dan Terancam Penggusuran
Buntut dari aksi provokatif tersebut, gelombang kemarahan publik London tak terbendung. Para pengguna internet langsung membanjiri laman ulasan Google tempat usahanya dengan penilaian bintang satu. Dampaknya instan: restoran Singh’s Dining mendadak sepi pengunjung hingga kesulitan membayar uang sewa tempat yang telah jatuh tempo.
Kondisi keuangan yang makin mendesak memaksa Kapoor menurunkan harga dirinya demi mempertahankan bisnis tersebut. Melalui video terbaru di platform X, ia mendesak publik untuk kembali mendatangi restorannya.
"Hari ini, saya menanggalkan gengsi dan meminta bantuan Anda untuk menyelamatkan restoran saya," tulis Kapoor saat membagikan sebuah video di X.
Kapoor berdalih bahwa merosotnya omzet usaha terjadi akibat ulah Google yang ia tuduh sengaja meloloskan ulasan palsu berbintang satu dan menahan ulasan asli berbintang lima dari para pelanggannya. Akibat persoalan ini, ia kini menunggak sewa dan terancam menghadapi gugatan hukum dari pemilik properti.
Baca Juga
Demi menyambung napas usahanya, Kapoor memohon kepada para pengikutnya di media sosial untuk melakukan pemesanan tempat, sembari menegaskan kembali bahwa restorannya secara terbuka menyajikan menu non-halal. Bagi warganet yang tidak dapat berkunjung langsung, ia meminta agar unggahannya disebarluaskan.
"Setiap pemesanan, tindakan membagikan konten, dan bentuk dukungan apa pun sangatlah berarti—lebih dari yang bisa Anda bayangkan," tulisnya.
Rekam Jejak Kontroversi dan Sentimen Anti-Islam
Bukannya mendapat simpati, seruan bantuan dari Kapoor justru memanen kecaman meluas. Banyak pengguna media sosial mengingatkan kembali publik atas ucapan kebencian yang pernah ia lontarkan terhadap warga Gaza.
Seorang pengguna menulis, "Dia mengejek penderitaan anak-anak di Gaza."