Politik

SBY Sentil Para Politisi: Negara di Atas Partai, Jangan Cuma Kejar Kekuasaan!

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan pesan tegas kepada para politisi agar tidak menjadikan kekuasaan dan kemenangan pemilu sebagai tujuan utama dalam berpolitik.

SBY Sentil Para Politisi: Negara di Atas Partai, Jangan Cuma Kejar Kekuasaan!
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - dok istimewa)

fin.co.id - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan pesan tegas kepada para politisi agar tidak menjadikan kekuasaan dan kemenangan pemilu sebagai tujuan utama dalam berpolitik. Ia mengingatkan, kepentingan bangsa, dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan partai politik.

Pesan tersebut disampaikan SBY saat memberikan orasi dalam Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam orasinya, SBY menjelaskan bahwa politisi umumnya berorientasi pada pemilihan umum berikutnya, termasuk berharap kembali terpilih untuk menduduki jabatan publik. Menurutnya, keinginan tersebut merupakan hal yang wajar, tetapi seorang negarawan harus memiliki cara pandang yang lebih luas dan berorientasi pada masa depan bangsa.

“Politisi biasanya dipikirkan pemilihan umum berikutnya lagi. Betul? Kalau gubernur, bupati, wali kota, presiden, semoga terpilih kembali. Itu sah, tidak salah. Anggota DPR RI, DPD, DPRD terpilih kembali, tidak salah,” kata SBY.

SBY Tegaskan Negara Harus Diutamakan

SBY menekankan bahwa jiwa kenegarawanan tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang pernah diemban seseorang. Menurutnya, siapa pun dapat menjadi negarawan selama mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik kelompok.

“Tapi negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan. Stateman, stateman\ itu tidak harus mantan presiden, bukan semua bisa menjadi negarawan kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negaranya. Country over party (negara di atas partai politik). Country first. Jangan dibalik. Jangan partai politik yang diutamakan. Negaranya belakangan, wrong," terang SBY.

Ia juga mengutip prinsip mengenai batas loyalitas terhadap partai politik ketika kepentingan negara harus menjadi prioritas.

“Loyalty to my party ends when loyalty to my country begins (Kesetiaan kepada partai saya berakhir saat kesetiaan kepada negara saya bermula),” ucapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pesan SBY bahwa kesetiaan kepada partai tidak boleh mengalahkan tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

Politik Boleh Keras, tetapi Etika Jangan Ditinggalkan

Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa persaingan politik memang tidak selalu mudah. Namun, kerasnya kompetisi tidak boleh menjadi alasan bagi para pelaku politik untuk mengabaikan moral dan etika.

“Politik itu keras, politik itu kejam, tapi tetap ada moralnya, ada etikanya,” kata SBY.

Berita Terkait