Megapolitan . 15/10/2026, 15:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Penyidikan kasus ledakan yang merusak sejumlah bangunan di kompleks ruko Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), terus berlanjut. Dalam pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) tahap kedua, tim gabungan menemukan tabung gas etilen dan sejumlah potongan selang di ruangan pematangan buah pisang atau refining.
Temuan tersebut menjadi bagian dari bukti yang didalami untuk mengungkap sumber ledakan pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan apakah tabung gas etilen maupun komponen lain yang ditemukan memiliki hubungan langsung dengan peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring, menjelaskan bahwa petugas menemukan tabung gas etilen beserta beberapa potongan selang yang berfungsi menyalurkan gas ke ruangan pematangan buah.
"Yang pertama, kita menemukan sebuah tabung gas etilen. Kemudian, kita juga menemukan potongan-potongan selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke dalam ruangan refining," katanya kepada wartawan, Kamis, 15 Oktober 2026.
Jakaria menerangkan, ruangan refining tersebut digunakan untuk mempercepat proses pematangan pisang agar hasilnya lebih merata.
Selain tabung gas dan selang, petugas menemukan sebuah dinamo yang diduga merupakan bagian dari kipas atau fan. Komponen tersebut ditemukan dalam keadaan rusak dan terpecah di sekitar lokasi ledakan.
Walaupun sejumlah barang telah diamankan, tim Puslabfor belum menetapkan penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan lanjutan masih dibutuhkan untuk menelusuri kondisi instalasi listrik serta mengidentifikasi komponen dinamo yang ditemukan.
"Kita tidak berani berhipotesis karena kalau forensik itu harus riil. Nanti kita akan periksa dari segi instalasi listriknya, kemudian komponen dari dinamo itu sendiri," ujarnya.
Ia menjelaskan, gangguan listrik atau kerusakan pada dinamo berpotensi menghasilkan percikan api. Namun, dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab ledakan karena masih memerlukan pembuktian melalui analisis forensik.
Polisi Telusuri 18 CCTV untuk Mengungkap Kronologi Ledakan
Selain mengumpulkan bukti fisik, penyidik turut menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV guna mengetahui rangkaian kejadian sebelum dan sesudah ledakan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, mengatakan pemeriksaan lanjutan melibatkan tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Selatan, Puslabfor, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, serta dukungan BPBD Kota Tangerang Selatan.
Pemeriksaan tahap kedua dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan setelah olah TKP pertama pada malam kejadian belum dapat dilanjutkan.
Dalam pemeriksaan lanjutan, petugas memeriksa rekaman kamera pengawas dari sejumlah titik, termasuk perangkat yang terpasang di dalam bangunan. Polisi juga menyita alat perekam CCTV atau decoder untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.
Imron menyebut terdapat sekitar 18 kamera CCTV yang dikumpulkan atau ditelusuri dalam proses penyidikan. Rekaman dari kamera-kamera tersebut diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kembali kronologi kejadian secara lebih utuh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media