Politik . 15/10/2026, 19:55 WIB

Cak Imin Minta BUMN Buka Lapangan Kerja, Aset Nganggur Didorong Jadi Ruang Usaha UMKM

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id – Aset perusahaan negara yang belum produktif didorong menjadi ruang usaha bagi pelaku UMKM, sementara program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR diarahkan untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar untuk memperkuat peran BUMN sektor pertambangan dan pupuk dalam pengentasan kemiskinan.

Dalam rapat bersama BUMN sektor pertambangan dan pupuk di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026, Muhaimin meminta perusahaan negara memperluas pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pemanfaatan aset yang belum memberikan hasil produktif.

Ia menegaskan, keberhasilan BUMN tidak cukup diukur dari pencapaian bisnis. Perusahaan negara juga perlu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan membuka kesempatan ekonomi dan mendorong kemandirian.

“BUMN harus menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan. Program-program yang sudah terbukti berhasil perlu direplikasi dan diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujar sosok yang biasa disapa Cak Imin ini.

BUMN Diminta Perluas Kesempatan Kerja dan Program Padat Karya

Muhaimin mendorong BUMN memperbesar akses masyarakat miskin terhadap pekerjaan melalui program magang, pelatihan keterampilan, serta perekrutan tenaga kerja, termasuk lulusan SMA/SMK. Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan diharapkan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dan memperbaiki taraf hidup.

Ia juga meminta perusahaan memperluas program cash for work atau padat karya tunai yang memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat.

“Orientasi pemberdayaan harus jelas, yaitu mendorong masyarakat naik kelas dan mandiri. Karena itu, kita perlu memperbanyak kesempatan kerja, termasuk melalui program cash for work atau padat karya tunai yang memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain membuka lapangan kerja, Muhaimin mendorong pemanfaatan dana CSR BUMN untuk mendukung kegiatan padat karya produktif di perdesaan. Program tersebut dapat mencakup pelestarian lingkungan, pemulihan kawasan, dan pengembangan potensi ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan program harus mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penerima manfaat sesuai sasaran. Dukungan juga perlu diarahkan ke wilayah yang membutuhkan intervensi lebih besar sehingga kontribusinya terhadap pengentasan kemiskinan dapat diukur.

“CSR jangan berhenti pada bantuan yang sifatnya sementara. Kita harus mengarahkannya menjadi instrumen pemberdayaan yang membuka peluang usaha, memperkuat keterampilan, dan membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi,” kata Menko Muhaimin.

Aset BUMN Didorong Jadi Pusat Usaha dan Perluasan Pasar UMKM

Di luar program ketenagakerjaan dan CSR, Muhaimin meminta BUMN mengubah aset menganggur atau idle menjadi ruang produktif bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.

Ia mencontohkan model seperti Pos Bloc dan M Bloc yang dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan ruang usaha sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com