Viral . 15/10/2026, 06:59 WIB

Guru Besar Unair Keluhkan Layanan Hotel Amaris Kupang, Sudah Bayar Rp8 Juta tetapi Kamar Tak Tersedia: Kurang Ajar Banget!

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Henri Subiakto melontarkan kritik keras terhadap pelayanan Hotel Amaris di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui akun X miliknya @henrysubiakto.

Henri mengaku kecewa setelah rombongan dosen Unair yang telah memesan dan membayar akomodasi justru tidak mendapatkan kamar saat tiba di hotel.

Dalam unggahannya, Henri menyebut pihak rombongan telah mengeluarkan uang sebesar Rp8 juta untuk pemesanan kamar dan ruang diskusi. Namun, kamar yang sebelumnya dipesan disebut tidak tersedia ketika rombongan membutuhkan tempat beristirahat.

Ia mempertanyakan tanggung jawab manajemen hotel karena pemesanan disebut telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya.

Henri mengungkapkan, rombongan dosen Unair yang mengalami kejadian tersebut baru kembali dari kegiatan penelitian di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Sikka, NTT. Mereka membutuhkan waktu istirahat setelah menyelesaikan aktivitas di lapangan.

Namun, menurut Henri, kamar yang sudah dipesan dan dibayar justru diberikan kepada tamu lain. Ia mengaku mendapat penjelasan dari petugas hotel bahwa jumlah kru Lion Air yang datang secara mendadak melebihi perkiraan.

"HOTEL AMARIS KUPANG NTT TIDAK TANGGUNG JAWAB!!!!! Kurang Ajar banget ini manajer hotel Amaris kota Kupang, sudah terima duit 8 juta untuk kamar dan ruang diskusi, tiba tiba kamarnya tidak ada" tulisnya dikutip fin Kamis 15 Oktober 2026.

"Kasihan teman teman dosen dari Unair Surabaya jadi keleleran hari ini," tulis Henri.

Ia juga mempertanyakan bagaimana pemesanan yang telah dikonfirmasi sebelumnya bisa berujung pada ketiadaan kamar bagi rombongannya.

"Kok bisa, padahal tim kami sudah booking seminggu sebelumnya. Tiba tiba kenapa dengan alasan over booking lalu sampai malam jam 23 belum dapat kamar" tuturnya.

Karena itu, alasan kehabisan kamar yang disampaikan pihak hotel membuatnya mempertanyakan sistem pengelolaan reservasi dan tanggung jawab manajemen.

"Ini jelas kesalahan manajemen Amaris Hotel, karena pihak kami sdh berkali kali confirm dan mengingatkan, bahkan sudah melunasi pembayaran. Terus dengan entengnya bilang kehabisan kamar" ujarnya.

Ia menilai situasi tersebut sebagai pengalaman buruk selama berada di Kota Kupang. Henri juga menyampaikan kritik terhadap kualitas pelayanan dan cara manajemen menangani tamu yang telah melakukan pemesanan.

"Ini tim peneliti yang baru pulang dari kabupaten Malaka dan Kabupaten Sikka, mereka belum istirahat terus dibiarkan di lobby yang mati AC nya. Sungguh pengalaman buruk di hotel di kota Kupang" kata Prof Henri.

Henri kemudian menyatakan rombongannya memutuskan mencari hotel lain. Meski demikian, ia mengakui keputusan tersebut tidak mudah karena kejadian berlangsung pada malam hari.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com