Nasional

Pria 60 Tahun Tewas Terbakar saat Karhutla di Samarinda, Api Mendadak Berubah Arah

Korban sempat dilarikan ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka bakar sekitar 60 persen di sekujur tubuh

Pria 60 Tahun Tewas Terbakar saat Karhutla di Samarinda, Api Mendadak Berubah Arah
Ilustrasi kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan, asap mencapai Malaysia.Foto:IG

fin.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perkebunan Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Samarinda, Kalimantan Timur, menelan korban jiwa. Seorang pria berinisial LJ (60) meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius ketika berupaya memadamkan api bersama warga pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka bakar sekitar 60 persen di sekujur tubuh. LJ dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar mengatakan, kebakaran terjadi ketika api melalap vegetasi kering dan dengan cepat meluas akibat embusan angin kencang.

"Korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu 14 Oktober 2026 usai ditangani ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dalam kondisi 60 persen luka bakar di sekujur tubuh," kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar di Samarinda, Kamis.

Sebelum kejadian, korban bersama sejumlah warga berusaha memadamkan api secara mandiri untuk mencegah kebakaran menjalar ke permukiman. Namun, kondisi di lokasi berubah ketika kobaran api membesar dan bergerak cepat mengikuti arah angin.

Rusli, salah seorang saksi mata, mengatakan perubahan arah api terjadi secara tiba-tiba sehingga warga kesulitan mengendalikan situasi.

"Kami melihat kobaran api mendadak membesar dan berubah arah secara cepat akibat hembusan angin kencang di lokasi lahan," kata Rusli.

Menurut Rusli, LJ berada di bagian atas perbukitan ketika api mengepung kawasan tersebut. Korban tidak sempat menyelamatkan diri saat kobaran api menyebar ke sekelilingnya.

Asap tebal yang menyelimuti lokasi juga membuat korban mengalami sesak napas hingga pingsan. Korban kemudian mengalami luka bakar serius akibat terpapar panas dan kobaran api.

Setelah menerima laporan kejadian, personel kepolisian bersama tim Inafis Polresta Samarinda mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

"Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polresta Samarinda langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan proses olah TKP dan evakuasi," ujar Asriadi.

Proses evakuasi berlangsung sulit karena petugas harus melewati medan perbukitan yang terjal dan masih terdapat bara api dari kebakaran. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan medis dan otopsi lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan awal tim medis mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat mengalami luka bakar serius serta paparan hawa panas," kata Asriadi.

Berdasarkan informasi awal, luas lahan yang terbakar di Kelurahan Sidodadi diperkirakan mencapai 700 meter persegi. Informasi mengenai kebakaran dan adanya korban diterima sekitar pukul 13.50 WITA pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Polsek Samarinda Ulu masih menyelidiki kejadian tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi lengkap kebakaran yang merenggut nyawa LJ.

Berita Terkait