Nasional . 17/10/2026, 18:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Sebanyak 11 siswa Sekolah Rakyat tingkat SMA telah menyelesaikan pendidikan, dengan tujuh orang melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan empat lainnya langsung bekerja sebagai tenaga terampil.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, capaian tersebut mencerminkan pendekatan pendidikan Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada kelulusan akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja sesuai minat dan kemampuan mereka.
Ia menjelaskan, lulusan Sekolah Rakyat diarahkan menempuh salah satu dari dua jalur, yakni melanjutkan pendidikan tinggi atau mengembangkan keterampilan untuk bekerja.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, lulusan Sekolah Rakyat ada dua jalur, satu meneruskan ke perguruan tinggi, yang kedua menjadi pekerja terampil," ucap Gus Ipul di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Untuk mendukung pilihan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah membangun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, BUMN, perguruan tinggi, hingga perusahaan swasta. Kolaborasi ini bertujuan memperluas kesempatan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Persiapan dilakukan sejak awal masa sekolah melalui pemetaan minat, bakat, dan potensi masing-masing siswa. Salah satu instrumen yang digunakan adalah tes DNA talent untuk membantu mengenali kecenderungan kemampuan siswa sebagai dasar pendampingan dan perencanaan karier.
"Karena dari awal kita melakukan tes DNA talent untuk siswa Sekolah Rakyat ini. Jadi kita sudah mengetahui lebih jauh sejak awal tentang potensi minat bakat dari setiap siswa," bebernya.
Gus Ipul menegaskan, pendidikan tinggi bukan satu-satunya jalan bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk meraih masa depan. Siswa yang memiliki potensi di bidang keterampilan juga perlu memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi agar siap memasuki dunia kerja.
"Memang ada yang potensinya itu untuk jadi pekerja terampil, jadi tidak perlu harus meneruskan ke perguruan tinggi. Jadi sudah didampingi sejak awal," tuturnya.
Untuk memperkuat jalur vokasi dan kesiapan kerja, Kemensos berencana memperluas kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, serta perguruan tinggi vokasi milik pemerintah.
Pelatihan khusus direncanakan mulai diberikan saat siswa memasuki kelas XI hingga menjelang kelulusan. Program ini diharapkan membantu siswa memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Kemudian yang kedua, nanti kalau di kelas 2 SMA khususnya itu kita sudah akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran untuk memberikan pelatihan-pelatihan khusus, maupun dengan perguruan tinggi vokasi milik pemerintah," pungkas Gus Ipul.
Ia berharap sinergi antara kementerian, perguruan tinggi, dan dunia usaha dapat membuka lebih banyak peluang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mengembangkan potensi mereka. Dengan demikian, lulusan dapat memilih jalur pendidikan maupun pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan minat masing-masing.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media