DTIIF 2026: Danantara Indonesia Bidik Kesepakatan Investasi Teknologi Global
Danantara Indonesia siap menggelar DTIIF 2026 pada 26-28 Oktober. Forum ini membidik kesepakatan investasi teknologi global skala besar.
Sementara itu, Ricardo Irwan Rei menyampaikan bahwa forum prestisius ini membidik partisipasi sekitar 1.500 peserta. Angka tersebut mencakup 170 inovator global, lebih dari 100 perusahaan teknologi dunia, serta 67 pusat riset dan inovasi.
"Kami ingin acara ini memberikan dampak langsung yang positif bagi proses industrialisasi Indonesia saat ini," tutur Irwan.
Rangkaian acara selama tiga hari dirancang secara terstruktur:
Hari Pertama (26 Oktober): Diskusi pleno bersama pakar teknologi dan investasi, arahan strategis pimpinan, serta pameran inovasi BUMN.
Baca Juga
Hari Kedua (27 Oktober): Diskusi panel paralel per sektor industri serta sesi business matching khusus untuk mempertemukan produk unggulan BUMN dengan investor.
Hari Ketiga (28 Oktober): Pleno publik dan penutupan.
Sejumlah pembicara papan atas mengonfirmasi kehadiran mereka, termasuk dua peraih Nobel, perwakilan industri global seperti SpaceX, Boeing, Airbus, pakar bioteknologi, hingga pengembang kecerdasan buatan (AI). Jajaran menteri kabinet juga dijadwalkan hadir untuk memaparkan arah regulasi nasional.
Managing Director Global Relations & Communications Pahala Nugraha Mansury menambahkan bahwa DTIIF 2026 menjadi panggung utama Danantara dalam memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholders) global.
"Fokus utama DTIIF adalah bagaimana kita membangun kepercayaan dengan para stakeholders, khususnya dalam hal teknologi dan inovasi," kata Pahala.
Pahala menjelaskan bahwa porsi pembahasan forum ini mencakup 70 persen teknologi dan inovasi, serta 30 persen investasi.
Baca Juga
Selain DTIIF, Danantara juga menyiapkan platform kedua bertajuk The New Asia Forum yang memfokuskan diri pada penarikan modal global ke kawasan Asia. Langkah ini terbilang strategis mengingat Asia menyumbang sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia, namun baru menyerap sekitar 25 hingga 30 persen investasi global.
Masyarakat umum, mahasiswa, inovator, hingga pelaku startup dapat mendaftarkan diri secara terbuka untuk mengikuti rangkaian acara DTIIF 2026.