Politik

Gerindra Klaim Pencapaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,45 Persen

Gerindra menyebut ekonomi tumbuh 5,45 persen, investasi mencapai Rp1.539,2 triliun, dan kemiskinan turun sebagai capaian Prabowo-Gibran.

Gerindra Klaim Pencapaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh 5,45 Persen
Gerindra sebut ekonomi tumbuh 5,45 persen jadi pencapaian pemerintahan Prabowo-Gibran.

fin.co.id - Penurunan kemiskinan, peningkatan investasi, hingga perluasan program strategis menjadi sejumlah indikator yang dikemukakan Partai Gerindra dalam menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,45 persen pada semester I 2026 sebagai salah satu capaian utama pemerintahan tersebut.

“Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen,” kata Kamrussamad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut Kamrussamad, pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20 dan ASEAN. Ia menilai capaian pembangunan tidak hanya terlihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari perkembangan indikator kesejahteraan, investasi, serta pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Investasi Naik, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

Di bidang kesejahteraan, Kamrussamad menyampaikan tingkat kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65 persen.

Ia menilai perkembangan kedua indikator tersebut menunjukkan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas kesempatan kerja.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal selama Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun. Nilai itu meningkat 7,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy). Investasi tersebut juga menyerap sekitar 2,19 juta tenaga kerja Indonesia.

Kamrussamad turut memaparkan perkembangan sejumlah program strategis nasional. Hingga akhir September 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat.

Pada periode yang sama, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mencapai 26.569 unit, sedangkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencakup 1.090 lokasi. Adapun Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi dengan jumlah siswa lebih dari 44.000 orang.

Dalam pengelolaan keuangan negara, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2026 tercatat sebesar 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, rasio utang pemerintah terhadap PDB per Juni 2026 mencapai 41,26 persen.

Kamrussamad menilai kedua indikator tersebut masih berada di bawah batas yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Di sektor badan usaha milik negara (BUMN), ia menyebut laba bersih pada 2025 mencapai sekitar Rp325 triliun, naik 75 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk 2026, laba bersih BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun atau tumbuh sekitar 10,6 persen.

Gerindra Akui Pemerintah Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

Selain indikator ekonomi dan program strategis, Kamrussamad menilai stabilitas nasional tetap terjaga. Ia menyoroti upaya pemerintah dalam mempertahankan stabilitas politik, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, mendorong reformasi hukum, serta meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan.

Meski memaparkan berbagai capaian, Kamrussamad mengakui pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut dia, penyelesaian persoalan tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kepercayaan pasar. Penanganan yang tepat juga dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berlanjut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan.

Kamrussamad menyebut berbagai capaian itu sebagai bagian dari proses transformasi nasional yang terus dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah dinamika global.

Ia menambahkan pemerintah berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Berita Terkait