Nasional

Pemerintah Pakai Es Kering Atasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Pemerintah memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan melalui OMC, termasuk dengan memanfaatkan metode baru berupa penyemaian dry ice atau es kering.

Pemerintah Pakai Es Kering Atasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
BNPB kembali menyiapkan operasi udara untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan, Jumat, 18 September 2026.

fin.co.id - Pemerintah memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), termasuk dengan memanfaatkan metode baru berupa penyemaian dry ice atau es kering. Langkah ini dilakukan bersama pengerahan personel darat, armada udara, serta penegakan hukum untuk menekan kebakaran dan dampak kabut asap.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai upaya yang melibatkan personel di lapangan hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengendalian kebakaran.

"Pasukan darat termasuk relawan berjibaku tak mengenal waktu," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dia menjelaskan, dukungan peralatan udara juga dimaksimalkan untuk membantu penanganan kebakaran. Meski demikian, kondisi lahan gambut memiliki karakteristik tersendiri sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda dibandingkan dengan lahan mineral.

"Peralatan udara semua dikerahkan meskipun karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral," ujarnya.

Selain upaya pemadaman, pemerintah turut memperketat penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Salah satu sanksi paling berat yang dapat dikenakan adalah pencabutan izin.

Pencegahan juga dilakukan melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Prasetyo menilai, keterlibatan manusia menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.

"Edukasi terus-menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu karena ada faktor manusianya," katanya.

Di samping langkah tersebut, kata dia, pemerintah terus menjalankan OMC untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak. Dalam pelaksanaannya, penyemaian awan dilakukan menggunakan natrium klorida (NaCl) dan dry ice.

OMC Sumatera Selatan Gunakan Ribuan Kilogram Bahan Semai

Berdasarkan data penanganan karhutla hingga Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB, pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan telah mencapai delapan sorti sejak 16 Oktober. Operasi ini menggunakan 1.600 kilogram NaCl dan 4.000 kilogram dry ice.

Dukungan operasi juga dilakukan dari posko di Lampung pada 15–18 Oktober. Dalam enam sorti, petugas menggunakan 4.800 kilogram dry ice untuk membantu pelaksanaan modifikasi cuaca.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya perkembangan positif berupa penurunan konsentrasi partikel halus PM2.5 serta membaiknya jarak pandang di Sumatera Selatan.

Kalimantan Tengah Catat Puluhan Juta Meter Kubik Curah Hujan

Di Kalimantan Tengah, operasi modifikasi cuaca telah berlangsung sejak 26 Agustus. Hingga laporan terbaru, tercatat 48 sorti dengan total penggunaan 43.800 kilogram NaCl dan volume curah hujan yang dihasilkan mencapai 67,45 juta meter kubik.

Berita Terkait