Tokocrypto Gelar Digital Summit 2026 di Bali, Perkuat Ekosistem Aset Digital Indonesia
Tokocrypto adakan Digital Summit 2026 di Bali. Simak komitmen penguatan regulasi, keamanan, dan pertumbuhan pasar aset kripto RI.
Langkah pengawasan OJK tersebut turut memetik apresiasi dari pemain global. Global Policy Lead dan Director of Regulatory Policy Binance Steven McWhirter menilai langkah OJK mengintegrasikan aset digital ke dalam ekosistem jasa keuangan nasional telah meletakkan fondasi manajemen risiko, standar tata kelola, dan anti-pencucian uang yang amat kuat.
Data OJK per Agustus 2026 mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia sudah menyentuh angka 23,21 juta. Steven menilai indikator keberhasilan pasar saat ini perlu bergeser dari sekadar pertumbuhan angka menuju kualitas pasar yang didukung kepastian hukum dan pengawasan efektif.
Menanggapi hal tersebut, Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Dema Tio memastikan inovasi di Tokocrypto selalu berjalan beriringan dengan keamanan pengguna. Tokocrypto telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 serta menerapkan proteksi berlapis melalui two-factor authentication (2FA), verifikasi biometrik, dan keterbukaan audit proof of reserves.
"Kami percaya kolaborasi berkelanjutan antara regulator dan pelaku industri penting agar ekosistem aset digital Indonesia tumbuh secara bertanggung jawab dan tetap dipercaya publik," pungkas Dema Tio.
Baca Juga
Ke depan, Tokocrypto siap memperluas jangkauan inisiatif literasi keuangan ke berbagai pelosok Indonesia demi mendorong masyarakat bertransaksi aset digital secara lebih aman dan teredukasi.