Nasional

Prabowo Minta Kasus Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Diusut Tuntas

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kemudian memaparkan kembali sejumlah arahan Presiden tersebut pada Kamis.

Prabowo Minta Kasus Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Diusut Tuntas
Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumalh arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan RI. (Sekretariat Presiden.)

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Ia juga menegaskan bahwa pihak yang terbukti melanggar hukum harus ditindak tegas.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kemudian memaparkan kembali sejumlah arahan Presiden tersebut.

"Mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum," kata Seskab Teddy di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026, menyampaikan kembali perintah Presiden yang diberikan saat Sidang Kabinet Paripurna.

Dalam sidang yang dihadiri anggota Kabinet Merah Putih dan sejumlah pejabat negara itu, Prabowo turut menekankan pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia, memperkuat ketahanan nasional, serta memelihara persatuan bangsa.

Menurut arahan Presiden, berbagai upaya tersebut perlu diperkuat di tengah ketidakpastian global dan konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

Selain penanganan kebakaran hutan dan lahan, Prabowo kembali mendorong percepatan swasembada pangan dan kemandirian energi nasional.

Pemerintah diminta mengoptimalkan potensi sumber daya alam di dalam negeri. Pengembangan energi alternatif, seperti biodiesel dan bioetanol, turut menjadi bagian dari prioritas untuk mendukung kemandirian energi Indonesia.

Teddy juga menyampaikan pesan Presiden agar seluruh jajaran pemerintahan menjalankan amanat rakyat secara berani, tegas, dan bertanggung jawab. Prabowo menekankan bahwa kepentingan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas.

"Jalankan mandat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Seskab Teddy menyampaikan kembali pesan Presiden kepada seluruh anggota Kabinet Merah Putih.

Sidang Kabinet Paripurna pada Rabu tersebut juga menjadi forum evaluasi terhadap perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto yang telah memasuki tahun kedua.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan selama menjalankan tugas pemerintahan.

"(Presiden, red.) mengapresiasi kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama 2 tahun pemerintahan," kata Seskab Teddy.

Teddy menilai dua tahun pertama pemerintahan menjadi fondasi untuk memperkuat hasil pembangunan sekaligus meneruskan berbagai program strategis nasional. Ke depan, pemerintah diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembangunan dengan tetap mengutamakan kesejahteraan masyarakat.

Ia optimistis capaian yang telah dirintis selama dua tahun pertama dapat menjadi bekal untuk mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.

"Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera," ujar Seskab Teddy. *

Berita Terkait