Gereja Yerusalem Kecam Serangan di Yordania, Korban Tewas dan Puluhan Terluka
Para pemimpin gereja itu juga menyatakan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Yordania dalam menghadapi serangan yang menyasar warga sipil tersebut.
fin.co.id - Para Patriark dan Pemimpin Gereja di Yerusalem mengecam keras serangan yang menyasar Gereja Ortodoks Yunani St George di Hamoud, Wilayah Kegubernuran Karak, Yordania Selatan. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.
Para pemimpin gereja itu juga menyatakan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Yordania dalam menghadapi serangan yang menyasar warga sipil tersebut.
Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata merupakan kejahatan berat terhadap kemanusiaan. Tindakan tersebut juga dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Mereka menilai serangan itu tidak hanya menyasar komunitas Kristen, tetapi juga mengancam tatanan nasional Yordania yang selama ini mempersatukan umat Muslim dan Kristen dalam semangat persaudaraan.
Baca Juga
Para Patriark dan Pemimpin Gereja di Yerusalem turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Mereka juga menyampaikan dukungan kepada Theophilos III, Patriark Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, serta Keuskupan Agung Ortodoks Yunani di Yordania.
Selain itu, mereka mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataan itu, para pemimpin gereja menegaskan bahwa aksi terorisme tidak akan mampu menghancurkan persatuan dan solidaritas masyarakat Yordania.
Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Raja Abdullah II dan rakyat Yordania atas sikap tegas dalam menolak serangan tersebut.
Sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada para korban, para pemimpin gereja mengajak seluruh gereja di kawasan untuk membunyikan lonceng gereja pada Sabtu siang waktu Yordania.
Aksi tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan sekaligus doa bagi mereka yang meninggal dunia dan para korban yang masih menjalani pemulihan.
Baca Juga
Diberitakan sebelumnya, penembakan terjadi saat upacara pemakaman berlangsung di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Karak, Yordania, pada Jumat. Serangan tersebut menewaskan tujuh orang dan menyebabkan 40 lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan pihak berwenang.
Dikutip dari The Guardian, insiden berdarah itu berlangsung di Karak, sebuah kota yang terletak sekitar 180 kilometer di selatan Amman, ibu kota Yordania, Jumat 23 Oktober 2026. Kota tersebut diketahui memiliki populasi minoritas Kristen.
Rekaman yang ditayangkan televisi pemerintah Yordania memperlihatkan dua pria bersenjata yang diduga membawa pistol mendekati gereja dan melepaskan tembakan. Tak lama kemudian, seorang pria ketiga yang tampak membawa senapan semiotomatis turut menembak sebelum ketiganya berlari menuju gereja.
Situasi di dalam gereja berubah menjadi kepanikan. Rekaman video yang diambil saksi mata memperlihatkan pecahan kaca dan genangan darah di lantai bangunan tempat ibadah tersebut. *