Politik

Hanura Siapkan Strategi Berbasis Survei untuk Pemilu 2029, Bidik Kader Petarung di Tiap Dapil

Hanura mengandalkan ilmu pengetahuan, survei, dan konsolidasi hingga tingkat daerah untuk memperkuat peluang pada Pemilu 2029.

Hanura Siapkan Strategi Berbasis Survei untuk Pemilu 2029, Bidik Kader Petarung di Tiap Dapil
Hanura gelar konsolidasi untuk memperkuat peluang pada Pemilu 2029.

fin.co.id - Partai Hanura mulai memetakan peluang politik di setiap daerah pemilihan (dapil) sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Partai ini mengandalkan ilmu pengetahuan, survei, dan konsultan untuk menyusun strategi yang terukur, sekaligus menyiapkan kader yang mampu bersaing dalam kontestasi politik.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan partainya mulai meninggalkan pendekatan yang hanya mengandalkan perkiraan. Menurut dia, pengelolaan organisasi dan penyusunan strategi elektoral kini harus bertumpu pada perhitungan yang jelas.

"Jadi Hanura hari ini mengelola partainya dengan cara-cara modern, dengan memakai ilmu pengetahuan. Jadi tidak sekadar rasa-rasa, mungkin-mungkin itu tidak dipakai lagi. Hari ini berdasarkan ilmu pengetahuan," kata Rio, Minggu, 25 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Rio setelah melakukan konsolidasi bersama pengurus DPD, DPC, dan anggota DPRD Partai Hanura se-Sulawesi Barat di Mamuju. Ia menjelaskan, survei akan menjadi salah satu instrumen untuk mengetahui kondisi politik, memperkirakan potensi suara, dan menentukan langkah yang sesuai dengan karakter setiap dapil.

Sulawesi Barat termasuk wilayah yang akan menjadi sasaran survei tersebut. Rio menegaskan, Hanura perlu mengetahui gambaran peluang politik sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Kita harus tahu bahwa apa yang harus kita lakukan, dan apa hasil pengelolaan yang akan datang pun, Hanura harus tahu gambaran itu. Itu yang akan kita lakukan nanti," ujarnya.

Konsolidasi Hanura di 26 Provinsi, Kepengurusan Kecamatan Sulbar Hampir Rampung

Selain menyusun strategi elektoral, Tim Task Force DPP Partai Hanura terus memperkuat struktur organisasi di daerah. Rio menyebut timnya telah mengunjungi 26 provinsi untuk mengonsolidasikan kepengurusan sekaligus mempersiapkan mesin politik hingga tingkat daerah.

Di Sulawesi Barat, pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan telah mencapai sekitar 98 persen. Dari 68 kecamatan yang menjadi sasaran pembentukan, hanya dua kecamatan yang belum mengunggah persyaratan melalui aplikasi partai.

"Jadi, dari aplikasi yang kami punya dan mereka unggah persyaratan itu dari 68 kecamatan, sisa dua kecamatan saja yang belum diunggah. Jadi, menurut saya itu hampir 98 persen," katanya.

Rio optimistis seluruh kepengurusan tingkat kecamatan dapat diselesaikan pada akhir November 2026. Setelah itu, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat desa atau ranting untuk memperkuat struktur partai.

Dalam kegiatan konsolidasi tersebut, Tim Task Force DPP bersama pengurus DPD, DPC, dan anggota DPRD Partai Hanura se-Sulawesi Barat juga menandatangani Wall of Commitment and Victory. Penandatanganan itu menjadi bentuk komitmen mereka untuk memenangkan Pemilu 2029.

DPP Partai Hanura turut menyerahkan bantuan operasional untuk pemasangan papan nama partai dan pembukaan rekening partai kepada pengurus DPC dan PAC di Sulawesi Barat.

Hanura Cari Kader Petarung untuk Bersaing di Setiap Dapil

Penguatan organisasi juga disertai upaya membangun semangat dan karakter kader. Rio mengatakan, penggunaan logo baru bergambar singa mencerminkan kekuatan, kecepatan, keteguhan, dan keberanian dalam menghadapi persaingan politik.

Berita Terkait