Nasional

Karhutla Masih Tinggi, BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di 2 Provinsi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Karhutla Masih Tinggi, BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di 2 Provinsi
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), sebagai "Jurus Anti Hujan" yang dilakukan di kawasan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 18 Maret 2022.

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk mendukung upaya mendatangkan hujan di wilayah terdampak kebakaran.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan secara intensif dengan mengerahkan armada ke sejumlah wilayah yang masih menghadapi tingkat kebakaran tinggi.

Dari total armada yang digunakan, sembilan pesawat beroperasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, sementara enam pesawat lainnya ditugaskan di Sumatera Selatan.

“Sekarang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan secara masif. Ini mungkin salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia,” kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 26 Oktober 2026.

“Ada sembilan pesawat yang aktif di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, kemudian enam pesawat di Sumatera Selatan,” sambungnya.

Faisal berharap operasi modifikasi cuaca dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan sepanjang pekan ini sehingga membantu pemadaman karhutla di sejumlah daerah.

Ia menjelaskan, potensi pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Tengah diperkirakan cukup tinggi mulai Senin hingga lima hari berikutnya. Adapun di Sumatera Selatan, peluang pertumbuhan awan hujan diprediksi meningkat mulai Selasa dan berlanjut selama lima hari.

“Harapannya, minggu ini menjadi periode basah sehingga ada potensi hujan. Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi, khususnya di dua provinsi yang saat ini masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Libatkan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI

Faisal menjelaskan, pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Dalam pelaksanaannya, BMKG berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Operasi tersebut memanfaatkan kombinasi bahan berupa dry ice atau es kering dan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung proses pembentukan hujan.

Selain mengerahkan pesawat yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca, BMKG juga mendapat dukungan armada milik TNI, termasuk pesawat Hercules dan CN-295.

“Atas arahan Bapak Presiden, operasi ini dilaksanakan secara masif. Kami juga menggunakan pesawat Hercules, CN-295, dan pesawat lain milik TNI,” tuturnya.

Berita Terkait