Nasional . 27/10/2026, 21:42 WIB

Malaysia Tawarkan Bantuan Pesawat Amfibi CL-415MP dan Helikopter Mi-171 untuk Atasi Karhutla RI

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sebanyak 71.878 personel pemadaman darat dan 63 armada udara telah dikerahkan Pemerintah Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 25 Oktober.

Di tengah operasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membahas tawaran dukungan dari Malaysia berupa pesawat amfibi, helikopter, dan puluhan personel untuk membantu penanganan kebakaran.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tawaran bantuan itu masih akan dikaji agar sesuai dengan kebutuhan operasi dan kondisi aktual di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Berton dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026, menyusul pertemuan Kepala BNPB Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa di Gedung Graha BNPB, Jakarta, pada hari yang sama.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Malaysia menawarkan satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi.

"Tawaran ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki dukungan yang dapat menunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia," katanya.

BNPB Bahas Kesiapan Bantuan dan Kerja Sama Teknologi

Selain dukungan berupa armada dan personel, BNPB bersama Pemerintah Malaysia menjajaki kerja sama teknologi untuk memperkuat penanganan karhutla. Ruang lingkupnya meliputi pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi terdampak, hingga penyusunan strategi pemadaman.

Kerja sama itu juga mencakup riset dan inovasi, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai bidang tersebut akan dibahas lebih lanjut untuk menyesuaikan bentuk dukungan dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

BNPB selanjutnya akan berkoordinasi secara teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia. Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi koordinasi tersebut untuk membahas kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, serta prosedur keselamatan penerbangan.

Pembahasan juga akan mencakup alternatif dukungan apabila asap tebal dan jarak pandang rendah menghambat efektivitas operasi udara.

"Seluruh bentuk dukungan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan ketentuan yang berlaku, dengan kendali operasi tetap berada pada Pemerintah Indonesia," ungkapnya

Pemadaman Darat dan Udara Tetap Berjalan

Berton menegaskan bahwa penanganan karhutla di Indonesia tetap berlangsung secara terpadu. Operasi tersebut melibatkan pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca di bawah koordinasi teknis BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bahwa hingga 25 Oktober, pemerintah mengerahkan 71.878 personel satuan tugas pemadaman darat. Selain itu, sebanyak 63 armada udara turut dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com