Internasional

Penceramah Islam Kontroversial Asal Nigeria Ini Tewas Ditembak di Depan Rumah

Dikutip dari BBC, Rabu, dua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan menembak Masussuka ketika ia sedang berpamitan dengan sejumlah tamu. Seorang tamu yang berada di lokasi juga menjadi korban penembakan.

Penceramah Islam Kontroversial Asal Nigeria Ini Tewas Ditembak di Depan Rumah
Yahaya Masussuka

fin.co.id - Seorang ulama Muslim kontroversial di Nigeria, Yahaya Masussuka, tewas ditembak oleh dua orang bersenjata di depan rumahnya di Kota Dutsin-Ma, Negara Bagian Katsina, Nigeria utara, pada Senin 26 Oktober malam waktu setempat.

Dikutip dari BBC, Rabu, dua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan menembak Masussuka ketika ia sedang berpamitan dengan sejumlah tamu. Seorang tamu yang berada di lokasi juga menjadi korban penembakan.

Pria berusia 47 tahun itu bersama tamunya sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, keduanya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menangani mereka, menurut keterangan kepolisian.

Hingga kini, motif penembakan belum diketahui. Namun, Masussuka sebelumnya dilaporkan menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial, tempat ia kerap mengunggah video berisi pandangan keagamaannya yang berbeda dari pemahaman Islam arus utama.

Kerap Pertanyakan Ajaran yang Dipercaya Umat Islam

Masussuka dikenal karena menyampaikan pandangan keagamaan yang tidak sepenuhnya mengikuti pemahaman Islam arus utama. Salah satu hal yang ia pertanyakan adalah keyakinan mengenai apa yang terjadi terhadap manusia setelah meninggal dunia.

Dalam pemahaman Islam yang banyak dianut umat Muslim, terdapat keyakinan bahwa roh manusia akan ditanyai oleh dua malaikat di alam kubur. Keyakinan tersebut bersumber dari hadis, yakni kumpulan riwayat mengenai perkataan dan tindakan Nabi Muhammad SAW yang menjadi salah satu sumber utama ajaran Islam selain Al-Qur'an.

Namun, Masussuka lebih banyak mendasarkan pengajarannya pada Al-Qur'an dan mempertanyakan sejumlah hadis. Ia juga tidak meyakini bahwa orang yang telah meninggal akan dibangkitkan dan menjalani proses pertanyaan tersebut.

Pandangan itu pernah membuatnya menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan. Ia dipenjara setelah mengejek sejumlah ulama yang dihormati karena keyakinan mereka terhadap hadis tersebut dan ajaran lainnya.

Masussuka mulai berdakwah ketika berusia 13 tahun melalui sekolah-sekolah Al-Qur'an. Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, sebelum melanjutkan studi ke Oman.

Di rumahnya, ia memiliki studio yang digunakan untuk merekam video pengajaran agama. Rekaman tersebut kemudian disebarkan melalui media sosial kepada para pengikutnya.

Selain dikenal karena pandangan keagamaannya, Masussuka juga vokal menentang ekstremisme kekerasan dan radikalisasi. Ia secara terbuka mendorong dialog antaragama serta kehidupan damai antara umat Islam dan Kristen di Nigeria.

Kedua kelompok tersebut merupakan bagian besar dari populasi negara itu. Namun, Nigeria telah mengalami kekerasan etnis dan agama selama sekitar 25 tahun terakhir, yang menewaskan ribuan orang dari komunitas Kristen maupun Muslim.

Atas upayanya mendorong perdamaian, Network for Good Governance and Transparency di Nigeria memberikan penghargaan Peace Ambassador kepada Masussuka pada tahun lalu.

Kasus pembunuhan Masussuka menambah daftar penceramah Muslim terkemuka yang tewas dibunuh di wilayah utara Nigeria dalam dua dekade terakhir.

Sedikitnya enam penceramah Muslim terkemuka lainnya dilaporkan telah dibunuh. Beberapa di antaranya menjadi sasaran kelompok militan Boko Haram karena mengkritik kelompok tersebut.

Boko Haram didirikan di wilayah timur laut Nigeria dan mulai melancarkan pemberontakan pada 2009. Kelompok itu menentang budaya Barat, pendidikan Barat, serta pemerintahan sekuler. Tujuan politiknya adalah membentuk negara Islam.

Meski demikian, motif di balik pembunuhan Masussuka belum dipastikan. Kepolisian masih perlu mengungkap siapa pelaku penembakan dan alasan ulama tersebut menjadi sasaran. *


Berita Terkait