Syahbudin Hayoto Sentil Wagub Abdullah Vanath yang Bilang Petani dan Nelayan Penyumbang Kemiskinan
Syahbudin Hayoto menilai, pernyataan tersebut tidak tepat karena menempatkan petani dan nelayan seolah-olah menjadi penyebab kemiskinan.
Ia berpandangan bahwa potensi sumber daya alam Maluku seharusnya dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat apabila didukung sistem pengelolaan, distribusi, dan industri pengolahan yang memadai.
“Logika yang benar adalah, Pertanian dan Perikanan Maluku menyimpan potensi kekayaan luar biasa (seperti predikat Maluku Lumbung Ikan Nasional), namun belum terkelola dengan ekosistem nilai tambah yang adil bagi para pelakunya,” katanya.
Hayoto mengaku mengikuti pernyataan Abdullah Vanath dalam sebuah pertemuan internal partai politik baru-baru ini. Ia menilai pemilihan kata dalam pernyataan tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi melukai perasaan petani dan nelayan.
“Petani dan nelayan Maluku tidak menyumbang kemiskinan, merekalah yang menyumbang makanan di meja makan kita setiap hari,” kata dia.
Baca Juga
Lebih lanjut, Hayoto menyinggung sejumlah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat kecil.
Kebijakan tersebut, menurutnya, mencakup pembangunan fasilitas penyimpanan hasil perikanan atau cold storage di desa dan sentra nelayan, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Ia menilai langkah-langkah tersebut penting untuk memangkas rantai distribusi yang merugikan produsen, menjaga kestabilan harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan dalam jangka panjang.
Hayoto pun mendorong pemerintah daerah bersama DPRD memperkuat koordinasi dalam menyusun kebijakan anggaran yang lebih berpihak kepada masyarakat di sektor pertanian dan perikanan.
Ia menyarankan agar alokasi APBD diarahkan untuk memperkuat modal usaha, menyediakan peralatan pertanian dan penangkapan ikan modern, membangun cold storage di wilayah kepulauan, serta meningkatkan kepastian akses pasar bagi hasil produksi masyarakat.
Menurutnya, perbaikan ekosistem ekonomi harus menjadi prioritas agar potensi besar sektor pertanian dan perikanan Maluku dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
“Mari bersama-sama dengan Pak Gubernur Maluku kita ubah cara pandang. Benahi ekosistemnya, sejahterakan pelakunya, bukan malah memberi stempel miskin pada profesi rakyat. Alangkah bijaknya Bang Haji fokus bekerja seperti Pak Gubernur,” tukas Hayoto. *