Ekonomi . 29/10/2026, 22:42 WIB

Prabowo segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa, Bahlil Sebut Lokasi di Sulawesi

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan meresmikan program listrik desa tahun 2025. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut peresmian tersebut kemungkinan besar akan berlangsung di Sulawesi.

"Program tahun 2025 yang akan segera diresmikan oleh Bapak Presiden, waktunya dalam waktu dekat, ya. Kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi," kata Bahlil usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Bahlil mengatakan terdapat sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam agenda tersebut. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi desa dan dusun yang hingga kini belum teraliri listrik.

"Ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Meski demikian, Bahlil mengungkapkan masih terdapat hampir 11.000 desa dan dusun yang belum memiliki akses listrik. Kondisi tersebut menjadi tantangan pemerintah dalam memperluas pemerataan layanan energi hingga ke wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Berproduksi

Selain membahas program listrik desa, Bahlil juga melaporkan perkembangan pembangunan industri baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Menurut Bahlil, pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo sekitar setahun lalu itu telah mulai berproduksi dan akan diresmikan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut menambah jajaran pabrik baterai kendaraan listrik yang beroperasi atau dikembangkan di Indonesia. Bahlil menyebut tiga fasilitas, yakni pabrik milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai.

Integrasi rantai produksi tersebut juga dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi industri nasional.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Bahlil.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com