271 Sekolah di Italia Terima Ancaman Bom, Siswa Dievakuasi
Sebanyak 271 sekolah di berbagai wilayah Italia menerima email ancaman bom secara bersamaan. Delapan di antaranya berada di Roma. Ancaman tersebut diduga hanya merupakan teror palsu setelah pemeriksaan awal tidak menemukan benda mencurigakan.
fin.co.id - Sebanyak 271 sekolah di berbagai wilayah Italia menerima email ancaman bom secara bersamaan. Delapan di antaranya berada di Roma. Ancaman tersebut diduga hanya merupakan teror palsu setelah pemeriksaan awal tidak menemukan benda mencurigakan.
Kantor berita Italia Adnkronos melaporkan pada Senin, mengutip keterangan pihak sekolah, bahwa pengirim email mengaku telah menempatkan kantong plastik berisi bahan peledak di dalam gedung sekolah. Benda tersebut diklaim dilengkapi alat pemicu yang dapat diaktifkan dari jarak jauh.
Ancaman itu langsung memicu prosedur darurat di sejumlah sekolah, termasuk evakuasi siswa untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak.
Kepala lembaga pendidikan terpadu Giovanni Cagliero dan Sekolah Dasar Gianni Rodari, Anna Fucile, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah pengamanan setelah menerima pesan tersebut.
Baca Juga
"Surat tersebut berisi ancaman yang sangat keras dan serius. Oleh karena itu, saya segera mengaktifkan prosedur darurat dan rencana evakuasi anak-anak," kata Anna Fucile, kepala lembaga pendidikan terpadu Giovanni Cagliero dan Sekolah Dasar Gianni Rodari, kepada kantor berita tersebut.
Fucile juga langsung melaporkan ancaman itu kepada aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Pos dan Komunikasi, unit di bawah Kementerian Dalam Negeri Italia yang menangani kejahatan dan ancaman siber.
Ia mengungkapkan, email dengan isi serupa tidak hanya diterima sekolah tempatnya bertugas, tetapi juga ratusan lembaga pendidikan lainnya.
"Pesan yang sama dikirimkan ke 271 sekolah di Italia. Pesan tersebut memuat daftar 271 lembaga pendidikan," katanya.
Berdasarkan laporan Adnkronos, tim penjinak bom bersama unit anjing pelacak terlatih telah melakukan pemeriksaan di delapan sekolah di Roma. Hasilnya, petugas tidak menemukan benda mencurigakan yang mengarah pada keberadaan bahan peledak.
Meski pemeriksaan masih berlangsung, ancaman yang diterima ratusan sekolah tersebut sejauh ini diduga merupakan alarm palsu.