Pedas! Akbar Faizal Minta Jokowi Berhenti Memaksakan Gibran di Panggung Politik: Dia Tidak Layak, Cukup Sudah!
Sindiran tersebut disampaikan Akbar di tengah sorotan terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan SMA milik Gibran tidak sah dan batal demi hukum.
Sorotan Akbar Faizal tersebut muncul setelah Mahkamah Agung mengabulkan gugatan kasasi terkait keabsahan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran Rakabuming Raka.
Putusan tersebut dibacakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, melalui perkara Nomor 742 K/TUN/2026. MA mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan Subhan Palal terhadap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam amar putusannya, MA menyatakan Surat Keterangan Nomor 9149/D.D1/KS/2019 yang diterbitkan pada 6 Agustus 2019 tidak sah dan batal demi hukum. MA juga memerintahkan agar dokumen tersebut ditarik dari pihak yang menguasainya untuk dimusnahkan.
Sebelumnya, persoalan pendidikan Gibran juga menjadi perhatian dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam putusan terkait sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai ijazah, sertifikat, atau diploma pendidikan luar negeri Gibran yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SMA atau sederajat.
Baca Juga
Meski demikian, MK menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai Wakil Presiden melalui perkara tersebut. *
Sayangi anakmu. Tapi jgn korbankan kepentingan orang banyak apalagi utk jabatan setinggi Wapres. Cukup sudah. Bukan hanya @gibran_tweet. Kami pun ikut tersiksa melihat penderitaan dia menanggung beban ketakcakapan dan ketaklayakan sbg Wapres. Pak @jokowi, anakmu tak layak. Carilah anak negeri lainnya yang pantas untuk Saudara usung jika memang bermaksud berkontribusi pada masa depan bangsa ini. Seluruh perangkat negara telah memutuskan ijazah anakmu hasil manipulasi kewenangan. Sebenarnya ijazah hanya satu hal. Tapi mata kepala dan pikiran kami melihat ketaklayakannya. Berjiwa besarlah untuk menerima realitas ini. Cukup sudah. Cukup Pak! @officialMKRI @MahkamahAgung @DPR_RI @mprgoid
— Akbar Faizal (@akbarfaizal68) November 1, 2026