Nasional

Prakiraan Cuaca BMKG 3 November 2026: Mayoritas Kota Diguyur Hujan Ringan

Prakiraan cuaca BMKG Selasa 3 November 2026: mayoritas wilayah RI berpotensi hujan. Waspada petir, gelombang 4 meter, dan banjir rob!

Prakiraan Cuaca BMKG 3 November 2026: Mayoritas Kota Diguyur Hujan Ringan
Ilustrasi hujan ringan.

Waspada Awan Cumulonimbus

Peringatan penting lainnya menyasar masyarakat yang menggunakan transportasi udara. BMKG mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan hujan atau awan cumulonimbus di sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi pertumbuhan awan tersebut mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Riau.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi serupa di Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua Tengah.

Tak hanya wilayah daratan, sejumlah kawasan perairan juga berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan. Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia sebelah barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, serta Selat Karimata bagian utara dan selatan.

BMKG juga mencatat potensi tersebut di Laut Jawa bagian barat dan Laut Seram.

Gelombang Laut Bisa Mencapai 4 Meter

Peringatan BMKG berikutnya menyasar nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Pasalnya, sejumlah perairan Indonesia berpotensi mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Potensi gelombang tinggi tersebut mencakup Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi laut di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku.

Ancaman Banjir Rob Mengintai Pesisir Jawa hingga Kalimantan

Tak hanya hujan dan gelombang tinggi, BMKG turut mengingatkan masyarakat pesisir mengenai potensi banjir rob.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Tengah, dan pesisir Kalimantan Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut. Imbauan ini penting agar warga dapat mengantisipasi dampak kenaikan air laut di kawasan tempat tinggal maupun lokasi aktivitas mereka. (ANTARA)

Berita Terkait