Pendidikan

EHEF 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Peluang Beasiswa dan Studi di Eropa

Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia kembali menyelenggarakan European Higher Education Fair (EHEF) 2026, sebuah pameran pendidikan tinggi tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-18.

EHEF 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Peluang Beasiswa dan Studi di Eropa
Beasiswa BPI 2026 dibuka 7-15 Agustus untuk calon guru dan guru. Foto: Gemini AI.

Kerja sama kedua kawasan tidak hanya berlangsung melalui pertukaran mahasiswa dan akademisi, tetapi juga mencakup pengembangan hubungan kelembagaan antaruniversitas.

Salah satu perguruan tinggi yang aktif terlibat adalah Universitas Indonesia (UI). Kampus tersebut tercatat berpartisipasi dalam 19 program EMJM dan 20 proyek penguatan kapasitas.

Untuk memperluas kolaborasi di tingkat institusi, Uni Eropa juga memperkenalkan EU-Indonesia Network of University Partners (EUnUP). Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula peta jalan kerja sama jaringan tersebut untuk periode 2026–2030.

EUnUP saat ini melibatkan 10 perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Banten, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, serta Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.

Melalui jaringan tersebut, perguruan tinggi anggota didorong untuk memperkaya materi dan program pendidikan dengan berbagai kajian yang berkaitan dengan Eropa. Bidang yang menjadi perhatian meliputi tata kelola Uni Eropa, transisi hijau, transformasi digital, tata kelola kecerdasan buatan (AI), komunikasi, perdagangan, keamanan siber, ketahanan demokrasi, kesetaraan gender, hingga hak asasi manusia.

Inisiatif ini juga mendukung komitmen bersama terhadap Agenda 2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target kesetaraan gender dalam SDG 5.

Dalam pengembangannya, EUnUP telah merumuskan peta jalan kolaborasi untuk 2026–2030. Saat ini, jaringan tersebut tengah mempersiapkan sejumlah modul pembelajaran yang mencakup silabus, metode pengajaran, serta materi pendidikan agar dapat disesuaikan dengan kurikulum masing-masing universitas anggota.

Di bidang lain, perguruan tinggi yang tergabung dalam jaringan juga tengah mengeksplorasi peluang peningkatan kerja sama penelitian dan pertukaran pengetahuan. Upaya tersebut mencakup perluasan program mobilitas mahasiswa ke dan dari Eropa yang dapat diakui dalam sistem kredit akademik.

Ke depan, EUnUP juga diharapkan memiliki kontribusi lebih besar dalam menyediakan rekomendasi berbasis data untuk mendukung dialog kebijakan antara Uni Eropa dan Indonesia.

"Kami harap kemitraan ini dapat terus berkembang melalui keterlibatan aktif universitas dan komunitas akademik Indonesia dan Eropa. Penguatan akses dan kualitas pendidikan tinggi yang dihasilkan oleh kemitraan ini tidak saja dimaksudkan untuk memahami Eropa dan Indonesia secara lebih baik, tetapi juga untuk bersama-sama menjawab tantangan global di berbagai sektor dan menciptakan dampak nyata yang bermakna," tutur Hervé.

Berita Terkait