Iran Belum Berencana Memulai Perundingan Nuklir dengan Amerika Serikat
Teheran sebelumnya terlibat dalam negosiasi dengan AS ketika Washington mendukung serangan Israel terhadap Iran
Teheran sebelumnya terlibat dalam negosiasi dengan AS ketika Washington mendukung serangan Israel terhadap Iran
Klaim Amerika Serikat tentang pembelaan diri kolektif untuk membenarkan tindakan agresinya tidak berdasar secara hukum
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Larijani mengatakan, Teheran sedang meninjau pesan dari Washington terkait kemungkinan dimulainya kembali perundingan nuklir, menurut media Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengirim surat resmi kepada pejabat tinggi PBB yang berisi tudingan bahwa Amerika Serikat berada di balik serangan Israel terhadap Iran.
Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika Iran kembali menunjukkan kebiasaannya menembak dan membunuh para pengunjuk rasa secara brutal
Situasi keamanan di berbagai wilayah Iran dilaporkan kembali kondusif sehari setelah terjadinya kerusuhan publik yang meluas. Kepolisian Iran memastikan kondisi sosial di sejumlah kota telah terkendali pasca-gejolak yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Situasi di Iran kian memanas. Jumlah korban tewas akibat gelombang protes nasional dilaporkan meningkat tajam menjadi 45 orang
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan simbolik di media sosial.
Iran dikabarkan berhasil melumpuhkan jaringan internet satelit Starlink milik Elon Musk, yang selama ini menjadi jalur alternatif konektivitas bagi demonstran
Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan kebijakan baru yang langsung mengundang perhatian dunia internasional.
jika sampai mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, akan dianggap sebagai perang berskala besar terhadap bangsa Iran.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan tentang senjata nuklir.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar berada di titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Di tengah ancaman serangan militer besar-besaran yang ditiupkan dari Washington,
Presiden AS Donald Trump berharap bisa menghindari aksi militer terhadap Iran. Ia mengaku sedang membuka jalur komunikasi dengan Iran.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas. Menlu Iran Abbas Araghchi melontarkan kritik tajam terhadap kehadiran militer Amerika di Selat Hormuz.
Pemerintah Teheran menyatakan kesiapannya untuk menurunkan tingkat pengayaan uranium, namun dengan syarat adanya konsesi tertentu dari pihak internasional.
Menurut Hawkins, pasukannya memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat AS di Timur Tengah.
Iran akan menyerang pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, jika diserang oleh pasukan AS yang telah berkumpul di kawasan itu.
Iran siap untuk mengencerkan uranium yang diperkaya tinggi, jika Amerika Serikat (AS) mencabut semua sanksi terhadap negara tersebut.
Enam jet tempur siluman F-35A Lightning II milik Angkatan Udara AS dilaporkan telah dikerahkan lebih dekat ke kawasan Timur Tengah.
Dalam sebuah upacara yang menandai ulang tahun revolusi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada "semua yang terkena dampak" oleh protes nasional.