Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Nicolas Maduro
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim, militer AS telah melancarkan operasi militer terhadap Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026 waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim, militer AS telah melancarkan operasi militer terhadap Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026 waktu setempat.
Para korban tersebut mencakup personel militer dan warga sipil, sebuah pukulan telak bagi bangsa tersebut.
Presiden Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan ke Venezuela
Trump secara tegas membantah adanya komunikasi dengannya selama operasi penangkapan Maduro
Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela terus bertambah. Hingga Minggu 4 Januari 2026
Trump tak lagi berhenti di Caracas, melainkan melebar ke tiga wilayah lain yang dinilai strategis bagi kepentingan Washington, yakni Greenland, Kuba, dan Kolombia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah mencapai kesepakatan untuk menyerahkan puluhan juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Amerika Serikat, pasca-operasi militer di Venezuela, kini mengarahkan pandangannya pada Greenland. Gedung Putih mengungkap berbagai opsi strategis sedang dikaji,
Gedung Putih, melalui juru bicaranya Karoline Leavitt, pada Rabu (7/1) memastikan bahwa akuisisi ini tengah menjadi pembahasan serius
Donald Trump aktif bahas akuisisi Greenland demi jegal Rusia-China di Arktik. Opsi militer terbuka, Denmark dan NATO meradang. Cek update terbarunya!
China protes keras rencana Trump sita 50 juta barel minyak Venezuela! Beijing klaim AS langgar kedaulatan, pasar energi dunia memanas. Simak detailnya!
Gedung Putih membingkai keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memulihkan kedaulatan Amerika
residen AS mengancam akan melakukan serangan berkali-kali jika ISIS terus membunuh umat Kristen di Nigeria.Washington telah melancarkan serangan mematikan terhadap ISIS di Nigeria barat laut pada 25 Desember atas permintaan pemerintah
Trump menegaskan bahwa ia tidak membutuhkan hukum internasional sebagai batasan dalam menjalankan kekuasaannya, baik saat mengambil keputusan politik, militer, maupun ekonomi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan berbagai langkah yang bisa diambil menyusul situasi Iran yang kian memanas.
Pada Senin, 12 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah sebuah tangkapan layar di platform media sosialnya, Truth Social, yang mengejutkan publik internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan simbolik di media sosial.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait situasi di Iran. Ia secara terbuka menyerukan warga Iran untuk terus turun ke jalan dan menyebut bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”.
Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan kebijakan baru yang langsung mengundang perhatian dunia internasional.
Rencana Amerika Serikat (AS) untuk mencaplok Greenland kembali memicu ketegangan serius di antara negara-negara anggota NATO.
Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mulai tampil ke publik dengan membawa visi besar tentang masa depan Iran pasca-runtuhnya Republik Islam.