UEA Kecam Pernyataan Netanyahu yang Ancam Serang Qatar Gegara Hamas
Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis 11 September 2025, menyatakan penolakan keras terhadap pernyataan bermusuhan
Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis 11 September 2025, menyatakan penolakan keras terhadap pernyataan bermusuhan
Kelompok Hamas mengonfirmasi bahwa mereka akan segera memberikan tanggapan resmi terhadap rencana gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Mesir menjadi tuan rumah bagi delegasi Israel dan Hamas pada 6 Oktober untuk membahas rincian pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina
Trump mengatakan bahwa ini artinya seluruh sandera akan segera dibebaskan dan Israel akan menarik pasukan
Trump menyatakan pada Rabu (8/10), sebagai imbalannya, Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati.
Macron juga menekankan perlunya melucuti gerakan Palestina Hamas, seraya menambahkan bahwa hal itu merupakan langkah penting
Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya menerima jaminan dari saudara-saudara kami, para mediator, dan pemerintah AS,
Kemlu RI merespons tanggapan resmi terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di wilayah Gaza.
KTT ini bertujuan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah
Sebuah beban besar telah terangkat, tetapi pekerjaan belum selesai. Mereka yang tewas belum dipulangkan, seperti yang dijanjikan!
Israel akan kembali ke jalan-jalan [di Gaza] itu segera setelah saya mengatakannya. Jika Israel bisa masuk dan menghancurkan mereka, mereka akan melakukannya
Menurut Trump, pengerahan pasukan bisa dilakukan oleh proksi atau Israel, yang bisa melucuti senjata Hamas dengan dukungan AS.
Gerakan Palestina Hamas menyerukan pihak internasional untuk menekan Israel agar mematuhi komitmen gencatan senjata di Jalur Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza di tengah masa gencatan senjata dengan Hamas. Langkah ini menandai meningkatnya ketegangan baru setelah adanya insiden baku tembak di wilayah selatan Gaza.
Istanbul menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari tujuh negara yang membahas gencatan senjata Gaza pada hari yang sama.
Kelompok milisi Palestina, Hamas, menyatakan penolakan tegas terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengizinkan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Jalur Gaza.
Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Senin 17 November 2025, menyetujui resolusi perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza kembali menjadi sorotan publik, setelah Dewan Keamanan PBB (DK PBB) resmi mengesahkan resolusi pembentukan Board of Peace (BoP) dan mengotorisasi International Stabilization Force (ISF).
Pakistan menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilisation Force/ISF) di Gaza.
Ketika ditanya wartawan kapan fase kedua akan dimulai, Trump menghindari pertanyaan tersebut dan hanya mengatakan bahwa semuanya berjalan dengan baik.
Kariuki mengatakan tindakan Israel itu merusak upaya untuk mewujudkan penyelesaian damai di Jalur Gaza.