Rupiah Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS saat Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS setelah harga minyak dunia melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS setelah harga minyak dunia melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Iran mengancam akan mengungkap identitas para aktor keuangan di Amerika Serikat yang diduga berada di balik kebijakan militer Washington terhadap Teheran.
Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan lebih dari 10 persen setelah pemerintah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan sepenuhnya dibuka bagi kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata.
Iran kembali menutup Selat Hormuz per 18 April 2026 setelah AS menolak mencabut blokade laut. Harga minyak dunia terancam meroket.
Harga minyak dunia naik lebih dari 3 persen setelah Donald Trump menyebut kesabarannya terhadap Iran mulai habis.
Dolar AS terus menguat dipicu lonjakan harga minyak dan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed akibat konflik Iran.
Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Selasa pagi 1 Mei 2026. Hingga pukul 11.02 WIB, mata uang Garuda tercatat melemah 60 poin atau sekitar 0,34 persen ke posisi Rp17.728 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit neraca dagang RI Mei 2026 sebesar 1,61 miliar dolar AS dipicu lonjakan impor migas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih dalam kondisi aman hingga akhir 2026.