Demokrat Dukung Langkah Prabowo Reshuffle Menteri Ekonomi demi Pulihkan Kepercayaan Pasar
Partai Demokrat memandang perombakan atau reshuffle kabinet, khususnya pada sektor perekonomian, sebagai langkah krusial yang mendesak dilakukan.
Partai Demokrat memandang perombakan atau reshuffle kabinet, khususnya pada sektor perekonomian, sebagai langkah krusial yang mendesak dilakukan.
Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) menggantikan Sugiono. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet untuk ketujuh kalinya dinilai sebagai langkah memperkuat kendali pemerintahan sekaligus menunjukkan upaya membangun arah politik yang lebih mandiri tanpa terlalu bergantung pada pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Menurut dia, jika dirinya takut kehilangan jabatan, ia tidak akan memilih bepergian dan tetap berada di Jakarta untuk menunggu perkembangan isu reshuffle.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai, perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun masa pemerintahannya merupakan bagian dari proses evaluasi dan penataan pemerintahan.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi kembali munculnya isu perombakan kabinet.
Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto membantah anggapan bahwa pergantian Kapolri berkaitan dengan upaya mengurangi pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di lingkungan pemerintahan
Gerindra menjelaskan alasan Prabowo merombak kabinet dalam dua pekan, mulai dari percepatan penanganan bencana hingga pembenahan imigrasi dan lapas.