Soal Keracunan MBG, Prabowo: Ini Masalah Besar, Pasti Ada Kekurangan dari Awal
Prabowo menyebut persoalan keracunan karena MBG itu menjadi masalah besar. Prabowo yakin masalah tersebut akan terselesaikan dengan baik.
Prabowo menyebut persoalan keracunan karena MBG itu menjadi masalah besar. Prabowo yakin masalah tersebut akan terselesaikan dengan baik.
Produk susu yang didistribusikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi perbincangan luas di media sosial.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketidakpatuhan SPPG pada SOP yang telah ditetapkan oleh BGN, di antaranya terkait dengan waktu pembelian bahan baku makanan pada MBG
Ombudsman mengungkapkan, sejak peluncuran Program MBG di awal 2025, telah terjadi 34 Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait kasus keracunan, yang mengakibatkan ribuan siswa terdampak.
Menurut dia, Perpres itu penting untuk segera diterbitkan demi memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengtakan, kasus keracunan massal yang terjadi dalam program MBG disebabkan oleh kelalaian sejumlah SPPG dalam menjalankan prosedur standar operasional (SOP) yang telah ditetapkan.
Seorang siswi kelas XII SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, bernama Bunga Rahmawati, meninggal dunia, Selasa, 30 September 2025.
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah menyebabkan 6.517 kasus keracunan di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan Perpres terkait tata kelola program MBG.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan seluruh Dinas Kesehatan di daerah untuk mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG.
Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, mengangkat isu dugaan nepotisme dalam proses perekrutan tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit pelaksana dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah meningkatnya laporan kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan pelaksanaan Program MBG di sejumlah daerah, Menteri HAM, Natalius Pigai, menyampaikan tanggapan dengan nada yang berimbang.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan bakal mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar duka datang dari KBB, setelah seorang siswi SMK Negeri 1 Cihampelas, Bunga Rahmawati, meninggal dunia beberapa hari setelah diduga mengalami gejala mirip keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah tegas terkait standar kualitas dan keamanan pada program makan bergizi gratis.
Direktur Sentra Keadilan dan Ketahanan Institut (Sekata Institut), Andri Frediansyahmemberikanapresiasi atas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan seluruh SPPG di Kabupaten Tangerang harus mengikuti aturan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya pemenuhan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Kasus keracunanmassal yang berulang dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlahdaerahkembali menuai perhatian dari kalangan akademisi.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi Hidayat menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Wibowo merupakan langkah strategis untuk menjamin pemenuhan hak dasar anak Indonesia dalam memperoleh gizi yang memadai.