Wacana Soeharto jadi Pahlawan Nasional, Begini Kata Mensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, wacana menjadikan nama Presiden ke-2 RI, Soeharto
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, wacana menjadikan nama Presiden ke-2 RI, Soeharto
Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional
Rayakan Hari Pahlawan 2025 dengan 20 link Twibbon gratis dan keren. Tunjukkan semangat patriotisme dan unggah foto terbaikmu sekarang.
Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan
Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke 4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur masuk dalam daftar 10 tokoh yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
tidak ada yang salah dengan usulan menjadikan presiden ke-2 RI H.M. Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Daftar 49 calon pahlawan nasional telah resmi diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto, publik diminta untuk bersabar menunggu keputusan final
Putri dari Presiden RI ke-2, Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Tutut Soeharto menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Wapres Gibran mengajak masyarakat untuk melihat proses ini sebagai bagian dari kedewasaan dalam berbangsa.
Pahlawan Nasional akan diumumkan dan semua proses telah dilalui secara berjenjang mulai dari bawah sampai ke atas.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan sepuluh nama penerima gelar Pahlawan Nasional pada Senin, 10 November. Salah satu nama yang masuk dalam daftar tersebut adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025.
Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh dari berbagai daerah dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin 10 November 2025.
Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, menimbulkan gelombang penolakan dari kalangan mahasiswa.
Masyarakat melihat Soeharto dari sisi keberhasilan pembangunan dan stabilitas nasional. Kontroversi masa lalu tetap diakui. Namun, tidak lagi menjadi faktor dominan
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto
Rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, seharusnya dimaknai sebagai wujud kedewasaan bangsa dalam menyikapi sejarah, bukan sebagai upaya melupakan masa kelam
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Minggu malam 17 Agustus 2026
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengawali tugas di hari pertamanya dengan berziarah ke makam Raden Aria Wangsakara.
Pemberian gelar itu juga akan mengaburkan sejumlah catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi sepanjang masa Orde Baru