Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Untuk pertama kalinya sejak dilantik, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Untuk pertama kalinya sejak dilantik, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
NasDem dukung gelar pahlawan nasional untuk Soeharto, ajak publik menilai secara arif dan menjadikan perdebatan ini sebagai momentum rekonsiliasi sejarah
Bahlil menilai Soeharto memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara, antara lain dalam membangun kedaulatan pangan dan energi, menekan inflasi tinggi
Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan perlunya kehati-hatian dalam proses pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2, Soeharto.
Fadli Zon menjelaskan dari 49 nama itu, sebanyak 24 nama di antaranya merupakan nama-nama yang masuk daftar prioritas.
MUI mengajak bangsa Indonesia bersatu, saling mendukung, dan menguatkan untuk membangun bangsa bersama-sama.
Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon menegaskan bahwa mantan Presiden Soeharto tidak pernah terbukti melakukan pelanggaran berat atau kejahatan kemanusiaan.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto
Sampai kapan bangsa ini kalau selalu melihat kekurangan daripada tokoh-tokohnya? Lihat, dong, ada kelebihan-kelebihannya
Penolakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, dinilai menunjukkan, bangsa Indonesia belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalunya.
Titiek Soeharto, kembali buka suara soal usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk almarhum Soeharto.
Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum Presiden ke-2 RI, Soeharto, berpotensi membuka kembali luka sejarah yang seharusnya sudah disembuhkan oleh bangsa.
Koordinator Nasional Kawan Indonesia, Darmawan, menilai Megawati Soekarnoputri perlu bersikap lebih bijak dalam menanggapi wacana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI, HM Soeharto.
Ketua Umum FKPPAI, Alam Slamet Barkah, menyerukan pentingnya sikap bijak dan kedewasaan dalam menanggapi pernyataan Megawati Soekarnoputri yang menolak rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Masyarakat melihat Soeharto dari sisi keberhasilan pembangunan dan stabilitas nasional. Kontroversi masa lalu tetap diakui. Namun, tidak lagi menjadi faktor dominan
Rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, seharusnya dimaknai sebagai wujud kedewasaan bangsa dalam menyikapi sejarah, bukan sebagai upaya melupakan masa kelam
Aktivis pergerakan mahasiswa era Orde Baru, M.S. Soelaeman, menyatakan bahwa Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional
Setiap tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur membela kemerdekaan bangsa.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 10 November 2025.
Kakak Marsinah, Marsini, berharap Presiden Prabowo menghapus sistem outsourcing yang dinilai membuat rumah tangga buruh rentan dan tidak stabil.
Pemberian gelar pahlawan adalah bentuk penghargaan dan penghormatan tertinggi negara atas jasa-jasa luar biasa para tokoh dalam perjuangan