Luhut: Pihak yang Coba Makzulkan Gibran Orang Kampungan
Luhut: yang harus dilakukan saat ini adalah kompak untuk mendukung pemerintahan Prabowo.
Luhut: yang harus dilakukan saat ini adalah kompak untuk mendukung pemerintahan Prabowo.
Tahun 2025 menjadi titik penting untuk menilai arah politik Indonesia pascapergantian kekuasaan.
Politikus Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai pernyataan pengamat politik senior Saiful Mujani yang mengajak untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di ruang publik.
Wacana peleburan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra mulai ramai diperbincangkan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Saan Mustopa, mengaku cukup terkejut dengan mencuatnya isu itu ke publik.
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa dalam praktik politik di Indonesia tidak dikenal istilah oposisi maupun partai penyeimbang.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons pernyataan Ketua Umum relawan ProJokowi (ProJo) sekaligus eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi terkait potensi terjadinya percepatan politik sebelum Pemilu 2029.
Politikus PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, enggan memberikan komentar mendalam terkait wacana percepatan Pemilu 2029 yang belakangan dilontarkan oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.
Wacana perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen untuk Pemilu 2029 masih menjadi bahan pembahasan di antara partai politik.
Anggota Komisi II DPR RI, Bambang Soesatyo, menilai usulan kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen merupakan langkah yang patut dipertimbangkan secara matang.
Pemerintah mengikuti pembahasan ambang batas parlemen dan presiden antarparpol sambil menunggu agenda resmi revisi UU Pemilu.
Syahganda menggantikan Muhammad Qodari. Ia menjadi orang ketiga yang memimpin Badan Komunikasi Pemerintah sejak lembaga tersebut dibentuk pada 17 September 2025.
Dukungan Partai Golkar kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029 dinilai belum menutup peluang Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden.
NasDem memastikan dukungan kepada Prabowo hingga 2029, tetapi belum menentukan sikap untuk Pilpres 2029 dan menunggu tahapan pemilu serta UU Pemilu.
Survei PPI menempatkan Andi Amran Sulaiman, Teddy Indra Wijaya, dan Erick Thohir sebagai tiga pejabat berkinerja terbaik di era Prabowo.
Survei PPI menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas simulasi cawapres 2029 dengan elektabilitas 21 persen, mengungguli Gibran.
Survei PPI menempatkan Prabowo Subianto di posisi teratas dalam tiga simulasi Pilpres, dengan elektabilitas tertinggi mencapai 40,5 persen.