Megapolitan . 15/02/2025, 19:27 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Polisi meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial MRS (19) dan AAS (19), ketika hendak menjual motor curian dengan cara cash on delivery (COD). Keduanya diringkus di Parung Jaya, Kecamatan Karang Tangah, Kota Tangerang, saat menunggu calon pembeli oleh tim opsnal Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota.
Kapolsek Batuceper, Kompol Gunawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah adanya laporan korban, warga Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, yang kehilangan sepeda motor pada Minggu 26 Januari 2025, sekira pukul 23.00 WIB saat diparkir di depan rumahnya.
"Unit Reskrim dipimpin Kanit Iptu Eko Cahyono, setelah mengumpulkan bukti-bukti di TKP dan memeriksa saksi-saksi. Diketahui pemetik sepeda motor korban adalah MRS. Yang bertempat tinggal di daerah Poris Jaya," kata Gunawan dalam keterangannya, Sabtu 15 Februari 2025.
Kemudian, sambungnya, Selasa 11 Februari 2025 sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku MRS bersama rekannya AAS (berperan sebagai joki) diketahui akan menjual motor korban dengan cara COD melalui aplikasi Facebook di daerah Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, dengan harga Rp1.350.000.
"Kedua pelaku diamankan saat sedang menunggu calon pembeli melalui COD. Karena tanpa surat-surat pelaku mengakui sepeda motor itu nerupakan hasil curian," terangnya.
Dalam pemeriksaan, kata Gunawan kedua pelaku merupakan spesialis curanmor dan mengakui telah beberapa kali melakukan pencurian di wilayah hukum Polsek Batuceper, termasuk di wilayah Cipondoh dan sekitarnya. Dari penangkapan itu polisi mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Vega milik korban, helm KYT warna hitam kuning dan dau kunci kontak palsu.
"Pelaku kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," katanya.
Gunawan mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi curanmor. Parkir di tempat aman dan yang terpantau kamera CCTV, termasuk penggunaan kunci ganda pada kendaraan.
"Laporkan jika melihat kejadian mencurigakan, kami menerima setiap laporan masyarakat, dan akan menindak tegas para pelaku kejahatan," katanya.
(Candra Pratama)
PT.Portal Indonesia Media