Ekonomi . 11/04/2025, 11:07 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
SMF Perkuat Posisi sebagai Penopang Program Pembiayaan Perumahan Rakyat
fin.co.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor pembiayaan perumahan nasional. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), atau lebih dikenal sebagai SMF, resmi mengantongi peringkat kredit jangka panjang ‘BBB’ dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings. Peringkat ini berlaku baik untuk mata uang asing maupun mata uang lokal, sedangkan untuk jangka pendek, SMF mendapat predikat ‘A-2’. Penetapan peringkat tersebut mulai efektif sejak 10 April 2025.
Langkah ini menjadi penanda kepercayaan pasar global terhadap stabilitas dan kinerja SMF dalam menjalankan mandatnya. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan penuh dari pemerintah, terutama melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN), yang mengukuhkan SMF sebagai alat fiskal strategis dalam menopang pembiayaan sektor perumahan nasional.
“Penetapan ini mencerminkan kepercayaan terhadap tata kelola perusahaan yang sehat serta komitmen kami dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo. Ia menambahkan bahwa peringkat tersebut menjadi energi baru bagi SMF untuk memperkuat kontribusi terhadap penyediaan hunian layak dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepercayaan yang diberikan kepada SMF tentu tidak datang begitu saja. Di balik pencapaian peringkat kredit tersebut, terdapat kinerja operasional dan keuangan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2024.
Jumlah pinjaman yang disalurkan SMF tercatat sebesar Rp17.101 miliar, atau mencapai 133,22% dari target tahunan. Capaian tersebut juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 30,78% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara dari sisi pendanaan, SMF telah mengoptimalkan sumber dana senilai Rp13.616 miliar, yang diperoleh melalui penerbitan Surat Utang dan Term Loan, meningkat 52,58% dari tahun lalu.
Hingga akhir Februari 2025, total penerbitan surat utang SMF telah mencapai Rp70,96 triliun, mencakup penawaran umum maupun terbatas. Dana ini menjadi tulang punggung dalam mendukung misi SMF, terutama dalam menjalankan program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Sebagai bagian dari mandat pemerintah, SMF juga memainkan peran penting dalam menyalurkan KPR subsidi kepada masyarakat. Sejak 2018 hingga akhir 2024, SMF telah menyalurkan dana sebesar Rp26,34 triliun melalui KPR FLPP, yang tersebar ke lebih dari 700 ribu unit rumah. Dana ini disalurkan melalui 3 bank umum termasuk unit syariahnya, 14 Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta 2 BPD Syariah.
Program ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Program Tiga Juta Rumah. Ke depan, SMF tetap berkomitmen menjalankan perannya dengan terus menyalurkan porsi 25% dari total dana FLPP, memperluas akses terhadap hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media