Nasional . 07/05/2025, 20:31 WIB

2030 Blackout: Simulasi Global atau Awal Kontrol Energi Dunia?

Penulis : Aries Setianto  |  Editor : Aries Setianto

Selain kontrol energi, blackout berkepanjangan berpotensi memicu instabilitas sosial. Di Indonesia, situasi politik sedang memanas: isu Jokowi's unmaskedRUU TNIMayday, hingga munculnya ormas baru seperti Erkules.

Bayangkan jika blackout terjadi berhari-hari di tengah kondisi seperti ini. Penjarahan, kerusuhan, dan kekerasan bisa dengan mudah diprovokasi. Dan seperti biasa, tangan-tangan tak terlihat akan mengambil keuntungan dari setiap krisis.

Kesimpulan: Apakah 2030 Blackout Hanya Permulaan?

Fenomena blackout di Bali, Portugal, dan Spanyol mungkin baru simulasi kecil menuju skenario besar. Jika listrik dan internet bisa dimatikan sesuka hati, maka siapa pun yang mengontrolnya akan memiliki kekuasaan mutlak.

Pertanyaannya: Akankah kita membiarkan diri dijajah oleh energi? Atau justru mulai mencari kemandirian sebelum segalanya terlambat?

Semoga blackout di Bali menjadi yang terakhir. Tapi jika tidak, bersiaplah. 2030 mungkin bukan sekadar tahun—tapi awal dari pertaruhan kebebasan kita.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com