Nasional . 22/05/2025, 17:29 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menggagalkan keberangkatan 264 jemaah calon haji non prosedural. Pencegahan itu sebagai langkah komitmen untuk melakukan tugas dan fungsi keimigrasian.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Jerry Prima. Tak hanya itu, kata dia, langkah tersebut juga sebagai upaya pencegahan keberangkatan dalam rangka perlindungan WNI di luar negeri.
"Ini juga bentuk perlindungan WNI di luar negeri. Sehingga bila ada yang berangkat non prosedural, maka akan dilakukan pencegahan, untuk musim haji tahun 2025 ini total ada 264 jamaah calon haji yang kami gagalkan," katanya, Kamis, 22 Mei 2025.
Proses pemeriksaan Keimigrasian juga berfokus pada pemeriksaan penumpang dengan memastikan WNA dan WNI tidak masuk dalam daftar cekal, memiliki paspor kebangsaan yang sah dan berlaku, serta visa kenegara tujuan.
"Kami juga melakukan optimalisasi pemeriksaan keimigrasian melalui penerapan penggunaan mesin autogate, yang mana penumpang melakukan proses pemeriksaan keimigrasian atau clereance secara mandiri melalui mesin autogate, sehingga kami dapat melakukan pengurangan jumlah konter pemeriksaan keimigrasian secara manual," tuturnya.
Dalam memperketat lintasan luar negeri terutama dalam musim haji 2025, Pemerintah Arab Saudi juga telah menerapkan kebijakan Electronic Visa, sehingga Visa tidak lagi ditempel di paspor calon jamaah haji atau penumpang yang akan menuju ke Arab Saudi;
"Konsulat Jenderal RI di Jeddah sudah mengeluarkan pemberitahuan perihal instruksi otoritas penerbangan sipil di Arab Saudi (GACA Circular) mengenai kedatangan penumpang di bandara Jeddah selama musim operasional Haji," kata Jerry.
"Isinya menginstruksikan seluruh maskapai untuk memastikan dan memverifikasi dokumen perjalanan dan tiket seluruh penumpang yang akan mendarat atau tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, serta harus mematuhi periode pembatasan untuk memasuki kota Mekah bagi mereka yang tidak mempunyai Visa Haji atau izin masuk resmi," sambungnya.
(Candra Pratama)
PT.Portal Indonesia Media