Ekonomi . 28/05/2025, 16:52 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Dunia konstruksi bakal ramai banget September mendatang! Construction Indonesia 2025 akan kembali digelar dan siap jadi magnet utama bagi para pelaku industri di kawasan Asia Tenggara. Gak cuma pamer alat berat, tahun ini gelarannya bakal makin futuristik dan berkelanjutan berkat fokus baru: building materials & technology.
Bertempat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, event akbar ini akan berlangsung pada 10–13 September 2025. Spesialnya lagi, ini adalah edisi ke-25! Artinya, Construction Indonesia udah setia selama seperempat abad mendampingi transformasi industri konstruksi Indonesia.
“Construction Indonesia 2025 menjadi panggung utama bagi para pelaku industri untuk mengeksplorasi tren dan inovasi terkini, menjalin kemitraan strategis, dan merumuskan langkah-langkah efektif menuju praktik konstruksi yang lebih berkelanjutan,” ujar Lia Indriasari, Country Manager Pamerindo Indonesia.
Tahun ini, Construction Indonesia bakal digelar bersamaan dengan Concrete Show South East Asia. Ajang ini bukan sembarangan, karena tahun lalu berhasil menggaet lebih dari 10.200 pengunjung dari 30 negara, 449 perusahaan peserta, dan 43 sesi seminar.
Yang bikin tambah wah, bakal ada outdoor showcase buat menampilkan alat berat secara langsung. Pengunjung bisa lihat langsung bulldozer, crane, hingga teknologi konstruksi modular dalam skala besar.
Dengan mengangkat tema “Construction Structure, Building Technology, Engineering Procurement, and Equipment”, pameran ini ingin menghadirkan solusi menyeluruh. Mulai dari desain bangunan, sistem HVAC, hingga sistem smart building berbasis IoT.
Menurut BPS, penduduk Indonesia mencapai 284,44 juta jiwa di 2025. Artinya, kebutuhan akan perumahan dan infrastruktur terus melonjak. Program 3 Juta Rumah dari pemerintah juga membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk terlibat aktif dalam menyediakan hunian layak.
Ditambah lagi, teknologi bangunan hijau makin digandrungi. Sertifikasi green building meningkat 15% tiap tahun. Bahkan, bangunan bersertifikat bisa hemat energi sampai 30%! Hal ini membuktikan bahwa kesadaran akan efisiensi dan keberlanjutan makin tinggi di kalangan pengembang.
Salah satu highlight di Construction Indonesia 2025 adalah kehadiran teknologi digital seperti:
Gak cuma itu, metode konstruksi modular yang bisa menghemat biaya hingga 20% dan waktu hingga 30% juga jadi daya tarik utama.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media