Internasional . 29/05/2025, 12:34 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Gerakan Hamas menyatakan telah menerima tawaran yang diajukan oleh Steve Witkoff, utusan khusus Presiden AS Donald Trump, terkait penyelesaian konflik di Jalur Gaza.
Usulan tersebut mencakup pembebasan sepuluh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang telah disepakati.
“Gerakan Hamas menegaskan bahwa pihaknya sedang mengerahkan upaya besar untuk menghentikan perang brutal di Jalur Gaza. Upaya terbaru ini adalah tercapainya kesepakatan dengan utusan AS Steve Witkoff mengenai kerangka umum yang mencapai gencatan senjata permanen,” tulis Hamas dalam pernyataan resmi di Telegram, Rabu 28 Mei 2025
Dalam kesepakatan itu, Hamas menyebut akan menyerahkan sepuluh tawanan Israel beserta beberapa jenazah sebagai bagian dari pertukaran, dengan jaminan dari pihak-pihak penengah.
“Kesepakatan ini mencakup pembebasan sepuluh tawanan Israel dan sejumlah jenazah, dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang telah disepakati, di bawah jaminan para mediator,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, kelompok tersebut menyatakan bahwa kerangka umum dari kesepakatan mencakup penarikan penuh pasukan militer Israel dari wilayah Gaza, keberlanjutan distribusi bantuan kemanusiaan, serta pembentukan komite profesional yang akan mengelola Gaza pasca gencatan senjata.
Namun, laporan berbeda datang dari Axios pada Senin 26 Mei 2025. Dalam laporannya, Witkoff membantah klaim bahwa Hamas telah menyetujui proposal yang ia ajukan, termasuk mengenai kesepakatan sandera dan penghentian perang.
Adapun pada 18 Maret lalu, Israel kembali menggempur Jalur Gaza setelah menuduh Hamas menolak rencana gencatan senjata tambahan yang sebelumnya ditawarkan Amerika Serikat, menyusul berakhirnya kesepakatan damai sementara pada 1 Maret.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media