Ekonomi . 03/06/2025, 05:54 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Lima Insentif Ekonomi: Dari Diskon Tiket Pesawat hingga Bansos

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan peluncuran lima paket insentif ekonomi pemerintah yang mulai bergulir pada Juni 2025. Kebijakan ini mencakup sektor transportasi hingga peningkatan bantuan sosial bagi masyarakat.

Pengumuman tersebut disampaikan usai rapat terbatas bersama jajaran menteri dan pejabat terkait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin siang.

"Hari ini diputuskan lima hal paket kebijakan ekonomi dengan target mereka yang akan dapat manfaat paket stimulus itu," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Presiden Jakarta.

Rapat terbatas itu turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Selain itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri PUPR Doddy Hanggono juga ikut dalam pembahasan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengungkapkan bahwa paket insentif ini dirancang untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi rumah tangga, serta memperkuat sektor-sektor strategis seperti transportasi, energi, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial.

Seluruh kebijakan tersebut menyasar peningkatan konsumsi masyarakat selama musim liburan sekolah, sekaligus sebagai upaya pemerintah dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan domestik.

Total alokasi lima insentif itu sebesar Rp24,44 triliun, yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong stabilitas ekonomi nasional, yang mencakup:

1. Diskon Transportasi

Selama libur sekolah Juni–Juli 2025, pemerintah memberikan diskon tiket kereta (30%), pesawat (PPN DTP 6%), dan angkutan laut (50%) dengan anggaran Rp0,94 triliun.

2. Diskon Tarif Tol

Diskon sebesar 20% bagi sekitar 110 juta pengendara, bersumber dari dana non-APBN sebesar Rp0,65 triliun.

3. Penebalan Bantuan Sosial

Tambahan Kartu Sembako Rp200 ribu/bulan dan bantuan pangan 10 kg beras untuk 18,3 juta KPM, dengan anggaran Rp11,93 triliun.

4. Bantuan Subsidi Upah (BSU)

BSU sebesar Rp300 ribu untuk 17,3 juta pekerja dan guru honorer selama dua bulan (Juni–Juli), disalurkan pada Juni, dengan anggaran Rp10,72 triliun.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com