Viral . 07/06/2025, 06:17 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Ustaz Muhammad Yahya Waloni adalah seorang pendakwah Islam asal Indonesia yang dikenal karena perjalanan spiritualnya yang unik dan gaya ceramahnya yang kontroversial.
Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November 1970, dalam keluarga Kristen yang taat.
Sebelum memeluk Islam, Yahya Waloni adalah seorang pendeta dan pernah menjabat sebagai rektor di Sekolah Tinggi Theologia (STT) Eben-Haezer di Sorong, Papua.
Perubahan besar dalam hidupnya terjadi pada 11 Oktober 2006, ketika ia dan istrinya memutuskan untuk memeluk Islam.
Yahya Waloni pernah mengaku bahwa saat masih menjadi pendeta dan rektor di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Eben-Haezer, ia mulai merasakan adanya banyak pertanyaan dalam ajaran yang ia pelajari dan sampaikan, terutama terkait konsep ketuhanan dalam Kristen seperti Trinitas. Ia merasa konsep tersebut sulit dipahami secara logika dan tidak sepenuhnya konsisten menurutnya.
Dalam berbagai ceramahnya, Yahya Waloni juga menyebut bahwa dirinya mulai tertarik pada Islam setelah membaca dan mempelajari Al-Qur’an secara diam-diam.
Ia mengaku menemukan banyak ayat yang menyentuh hatinya dan menurutnya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini tidak ia temukan dalam agamanya sebelumnya.
Setelah menjadi Muslim, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Yahya Waloni, sedangkan istrinya menjadi Mutmainnah. Mereka memiliki tiga anak: Silvana (Nur Hidayah), Sarah (Siti Sarah), dan Zakaria.
Setelah masuk Islam, Yahya Waloni aktif berdakwah dan dikenal dengan gaya ceramahnya yang tegas dan blak-blakan, sering menyoroti isu-isu sosial serta pemerintahan.
Hal ini membuatnya beberapa kali viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Namun, ceramahnya yang kontroversial juga membawanya ke ranah hukum.
Pada Januari 2022, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman lima bulan penjara kepada Yahya Waloni karena kasus penistaan agama.
Ia dinyatakan bersalah setelah memelesetkan istilah dalam agama Kristen, seperti menyebut Roh Kudus sebagai "Roh Kudis".
Kabar duka datang pada Jumat 6 Juni 2025, ketika Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Makassar, Sulawesi Selatan.
Ia sempat terjatuh di atas mimbar dan dilarikan ke Rumah Sakit Bahagia, namun nyawanya tidak tertolong. Sebelum wafat, ia sedang melakukan safari dakwah di Makassar untuk menggalang donasi pembangunan masjid. Jenazahnya kemudian dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan.
Perjalanan hidup Ustaz Yahya Waloni mencerminkan transformasi spiritual yang mendalam dan dedikasinya dalam berdakwah, meskipun tidak lepas dari kontroversi dan tantangan hukum. **
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media