Nasional . 10/06/2025, 20:33 WIB

Bahlil Bela Jokowi soal Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah adanya keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Bahlil mengatakan, izin pertambangan itu keluar sebelum Jokowi menjabat presiden.

"Oh, itu enggak ada. Itu kan izin-izinnya itu kan keluar jauh sebelum pemerintahan Pak Jokowi," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juni 2025.

Bahlil menuturkan, empat izin usaha pertambangan (IUP) yang resmi dicabut pemerintah diterbitkan pada periode 2004–2006, saat kewenangan pemberian izin masih berada di tingkat pemerintah daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku saat itu.

“Yang empat IUP kita cabut itu kan, IUP-nya keluar tahun 2004, 2006, masih rezim undang-undang yang izinnya dari daerah,” katanya.

Bahlil menambahkan, PT GAG Nikel yang kini masih mendapat izin beroperasi, bukanlah perusahaan baru dan telah memiliki kontrak karya sejak 1972.

"Kalau PT GAG kan sejak 1972 kontrak karya. Sejak 1998 kontrak karyanya. Masih pada zaman Orde Baru. Jadi, enggak ada sama sekali (keterkaitan dengan Jokowi maupun Iriana)," kata Bahlil.

(Anisha Aprilia)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com