Megapolitan . 16/06/2025, 14:43 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Mobile Clinic Berbasis Telemedicine resmi diluncurkan untuk menjawab tantangan keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil Banten. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas "Banten Sehat" yang diusung Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah.
Gubernur Banten Andra Soni meresmikan peluncuran Mobile Clinic Berbasis Telemedicine pada Rabu, 4 Juni 2025, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang. Inisiatif ini merupakan bagian dari misi besar Pemprov Banten untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat, terutama yang tinggal di daerah dengan keterbatasan fasilitas.
"Mobile clinic ini kami harapkan menjadi pelengkap layanan kesehatan digital yang terintegrasi dan mudah diakses," ujar Andra Soni dalam sambutannya.
Menurut Andra, dua unit mobile clinic sudah disiapkan untuk mulai beroperasi di Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Ke depan, Pemprov menargetkan penambahan secara bertahap hingga 10 unit pada 2026. Mobil klinik ini menyasar wilayah perbatasan, padat penduduk, rawan bencana, hingga desa-desa yang minim fasilitas kesehatan.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk mewujudkan Banten Sehat secara merata. Kita ingin masyarakat di pelosok juga mendapatkan layanan yang sama baiknya,” tegasnya.
Mobile clinic ini tak sekadar kendaraan, tetapi berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan bergerak. Dinas Kesehatan Banten memastikan mobil-mobil ini dilengkapi dengan alat cek paru, tensi digital, alat ukur tinggi badan, rontgen, USG, EKG, hingga ventilator dan oksigen.
“Layanan yang diberikan mulai dari penyuluhan, imunisasi, cek kesehatan, hingga penanganan kegawatdaruratan medis,” ungkap Kadinkes Banten Ati Pramudji Hastuti.
Menurut Ati, seluruh layanan terkoneksi langsung dengan dokter spesialis di RSUD Banten dan sistem PCC 119 milik provinsi. Dalam waktu dekat, koneksi ini juga akan diperluas ke layanan PSC 119 di tingkat kabupaten/kota.
Pelaksana Harian Sekda Banten, Deden Apriandhi, menyebut bahwa satu unit mobile clinic diperkuat oleh tim yang terdiri dari 20 orang. Tim ini terdiri dari tenaga medis klinik, tim rujukan spesialis, serta tim respons cepat PCC.
"Mobile clinic ini bersifat dinamis, bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Bukan hanya untuk pelayanan, tetapi juga untuk edukasi dan deteksi dini penyakit,” jelas Deden.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media