Megapolitan . 17/06/2025, 23:29 WIB

Dedi Mulyadi Ogah Patungan Subsidi TransJabodetabek Bersama Pramono untuk Warga Jabar

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) ogah menggelontorkan anggaran untuk patungan subsidi TransJabodetabek bagi warga penyangga Jakarta itu. Kang Dedi berdalih, saat ini masih mempertimbangkan urgensi pemberian subsidi itu.

"Kalau transportasi publik dilihat urgensinya, kan gitu urgensinya. Kalau memang itu juga harus dilakukan kerja sama dengan Pemprov dan Pemprov berikan subsidi, kalau urgensinya itu adalah hal mendasar kita tidak ada masalah," kata KDM di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juni 2025.

Menurut dia, subsidi layanan Bus TransJabodetabek belum menjadi kepentingan yang mendasar bagi Provinsi Jawa Barat. Mantan Bupati Purwakarta ini mengatakan, saat ini kepentingan mendasar Jawa Barat adalah menyiapkan angkutan pedesaan.

"Kalau bukan urgensinya, kita akan memprioritaskan hal-hal yang lebih mendasar. Saya berikan contoh misalnya begini, hari ini kalau di Jakarta kita bicara Transjakarta, tetapi kita harus juga bicara Jawa Barat itu adalah desa," kata Kang dedi.

Contohnya lanjut KDM dirinya akan menyiapkan bus-bus sekolah bagi siswa di Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan kebijakannya melarang siswa menaiki kendaraan bermotor saat berangkat maupun pulang sekolah.

"Itu kan ke depan harus saya pikirkan bis sekolah bagi mereka alat transportasi publik karena mereka jarak ke sekolahnya jauh. kan beda, kan kita ini nanganin daerah-daerah yang hari ini masih terisolasi dan terpencil," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan subsidi untuk TransJabodetabek yakni sebesar Rp11.500 per orang. Kata Pramono, tarif normal TransJabodetabek sebelum disubsidi yakni sebesar Rp15 ribu per orang.

Namun setelah disubsidi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tarif TransJabodetabek yakni hanya Rp3.500 per orang. "Jadi sekarang ini kita setiap orang kita subsidi itu Rp11.500. Karena memang harga transportasi di Jabodetabek itu harusnya tiketnya atau bayarnya itu Rp15.000," ujar Pramono di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara pada Kamis, 12 Juni 2025.

Karena menanggung subsidi yang cukup besar, Pramono pun akan mengkaji lebih matang terkait perluasan TransJabodetabek. Diketahui saat ini total ada 15 trayek TransJabodetabek yang beroperasi melayani perjalanan warga.

Selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono sendiri telah meresmikan 5 trayek TransJabodetabek yakni Alam Sutera-Blok M, Vida Bekasi-Cawang, PIK 2-Blok M, Sawangan-Lebak Bulus, dan Bogor-Blok M.

"Maka untuk itu kami mempersiapkan dulu lebih matang untuk bagaimana perluasan ini bisa dilakukan," ucap Pramono.

(Cahyono)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com