Internasional . 21/06/2025, 11:35 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Putin menilai negara-negara berkembang berpotensi jadi penentu arah perdamaian di Timur Tengah. Apakah Global South akan memainkan peran penting dalam meredam konflik Israel-Iran?
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berbicara dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025, Jumat, 20 JUni 2025. Ia menyebut sejumlah negara di kawasan Global South memiliki hubungan yang relatif stabil dengan kedua belah pihak yang bertikai—baik Israel maupun Iran.
Menurut Putin, posisi unik negara-negara Global South—yang tak berpihak secara ekstrem ke salah satu kubu—membuka ruang mediasi dan pengaruh positif dalam proses penyelesaian konflik.
"Ini memberi alasan untuk percaya, berpikir, dan berharap bahwa Global South bisa memengaruhi proses ini sehingga fase konflik parah berakhir," ujar Putin seperti dikutip dari pidatonya di SPIEF.
Putin menegaskan bahwa Rusia tak berniat jadi mediator utama. Sebaliknya, Moskow memilih menyampaikan gagasan dan pendekatan penyelesaian damai kepada kedua belah pihak.
“Kami tengah menjalin kontak dengan Israel dan teman-teman kami di Iran. Kami memiliki beberapa saran terkait partisipasi kami,” kata Putin. Ia menambahkan bahwa keamanan satu negara tidak boleh diraih dengan mengorbankan negara lain.
Kota St. Petersburg menjadi tuan rumah gelaran SPIEF edisi ke-28 yang berlangsung pada 18–21 Juni 2025. Forum ekonomi tahunan ini membawa tema “Nilai-nilai Bersama: Fondasi Pertumbuhan di Dunia Multipolar” dan dihadiri lebih dari 140 negara.
Seperti dilansir berbagai media internasional, SPIEF kini bukan sekadar forum ekonomi, tapi juga arena penting bagi isu-isu geopolitik dan peran strategis negara-negara berkembang di tengah perubahan tatanan global.
Putin membuka ruang dialog yang lebih inklusif dengan mendorong peran Global South sebagai aktor strategis dalam konflik Timur Tengah. Dengan posisi netral dan hubungan diplomatik yang kuat ke dua belah pihak, negara-negara berkembang berpotensi menjadi jembatan penting menuju perdamaian jangka panjang. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media