Ekonomi . 04/07/2025, 20:55 WIB

Indonesia Kehilangan Rp 1.500 Triliun di Era Bahlil, Ini Biang Keladinya

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

fin.co.id - Indonesia disebut kehilangan potensi investasi hingga Rp 1.500 triliun sepanjang tahun 2024. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang menyoroti masalah perizinan yang masih rumit dan tumpang tindih sebagai biang keladinya.

"Karena perizinan yang tidak efisien dan sistem yang belum terintegrasi, banyak investor akhirnya memilih hengkang. Total potensi investasi yang hilang bisa mencapai Rp 1.500 triliun," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, pada Selasa 27 Juni 2025.

Bahlil menjelaskan, sekitar 40 proyek investasi besar batal terealisasi. Sektor yang paling terdampak antara lain:

• Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

• Smelter dan hilirisasi tambang

• Industri bahan baku baterai listrik (EV)

• Kawasan industri dan manufaktur besar

Investor dari Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa disebut sudah menyatakan minat, namun akhirnya mundur karena proses birokrasi yang dinilai terlalu berbelit-belit.

Menurut penjelasan Kementerian Investasi, sistem OSS (Online Single Submission) yang menjadi andalan pemerintah ternyata belum sepenuhnya terintegrasi antara pusat dan daerah. Hal ini menyebabkan investor masih harus mengurus:

• Izin lokasi

• Izin lingkungan (Amdal)

• Izin usaha sektoral

• Rekomendasi dari kementerian teknis

Kondisi ini sendiri dinilai memperlambat realisasi proyek dan menciptakan ketidakpastian hukum bagi investor.

Namun hingga artikel ini ditulis, pihak Disway masih belum mendapatkan tanggapan lebih lanjut dari Kementerian Investasi terkait dengan dampak lanjutan dari batalnya rencana investasi triliunan ini kepada pengembangan proyek industri di Indonesia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com