fin.co.id - KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat melintas di Selat Bali dan hingga hari ini, Sabtu (5/7/2025), pencarian korban masih terus dilakukan. Apa saja kendala yang dihadapi tim SAR gabungan dalam operasi penyelamatan ini?
Tim SAR Gabungan Kerahkan Pencarian Laut, Udara, dan Darat
Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di rute Ketapang–Gilimanuk memicu operasi besar-besaran oleh tim SAR gabungan. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan sejak pagi di laut, udara, dan darat dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat.
"Tiga SRU udara melakukan pencarian dari utara ke selatan, sementara SRU darat menyisir seluruh wilayah pesisir Selat Bali," ujar Eko.
Cuaca Buruk Jadi Kendala Utama
Pada hari kedua pasca insiden, pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Namun, cuaca buruk di perairan Selat Bali memperlambat proses pencarian. "Kondisi cuaca tidak bersahabat menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan," tambah Eko.
Update Korban: 36 Ditemukan, 29 Masih Hilang
Menurut data terbaru dari ASDP dan Kepolisian, 36 korban telah ditemukan, terdiri dari 30 selamat dan 6 meninggal dunia. Dengan demikian, 29 orang lainnya masih dalam pencarian sesuai dengan manifest kapal.
Berbagai Unsur SAR Dikerahkan
Basarnas mengerahkan tim dari berbagai instansi seperti Kantor SAR Surabaya, SAR Denpasar, LANAL Banyuwangi, LANAL Gilimanuk, hingga Wing Udara 2 PUSPENERBAL. Helikopter, kapal, dan speed boat ikut digunakan dalam operasi ini.
Menhub dan Kapolda Tinjau Lokasi
Menhub RI, Dudy Purwagandhi, bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto, telah meninjau langsung lokasi evakuasi di Pelabuhan Ketapang. Menhub menginstruksikan percepatan pencarian dengan koordinasi ketat antarinstansi.
Polda Jatim Tambah Kekuatan
Polda Jatim turut mengerahkan personel tambahan serta enam kapal patroli dan satu helikopter milik Polairud untuk memperluas cakupan pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya.