Internasional . 10/07/2025, 11:53 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Dalam kunjungan ke Washington D.C., Airlangga tidak datang sendiri. Ia didampingi sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yaitu Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.
“Kami akan terus mengawal proses negosiasi ini agar tercapai kesepakatan terbaik bagi kedua negara,” tutup Airlangga optimistis.
Perundingan lanjutan ini membawa harapan besar bagi perekonomian nasional. Jika kesepakatan tercapai, Indonesia bisa mempertahankan akses pasar di AS yang menjadi salah satu mitra dagang terbesarnya, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor strategis.
Seperti dikutip dari laporan Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia-AS sepanjang 2024 mencapai USD 40,2 miliar, dengan ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 25,7 miliar. Nilai ini menunjukkan pentingnya pasar AS bagi ekonomi Indonesia.
Dengan komitmen kedua negara untuk menyelesaikan perundingan, para pelaku usaha pun berharap adanya kepastian iklim perdagangan, khususnya di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh tantangan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media