Nasional . 16/07/2025, 19:18 WIB

RS Asing Bebas Masuk RI, Prabowo Buka Pintu Kompetisi Kesehatan: Inovasi atau Ancaman?

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang resmi membuka keran bagi rumah sakit (RS) asing untuk mendirikan cabang di Indonesia memantik diskursus panas di sektor kesehatan nasional. Kebijakan ini bukan hanya soal investasi asing, tetapi juga menyangkut masa depan pelayanan kesehatan dan nasib rumah sakit lokal yang selama ini menjadi tulang punggung layanan medis di Tanah Air.

Prabowo menyampaikan kebijakan tersebut dalam kunjungannya ke Brussels, Belgia, akhir pekan lalu. Ia menegaskan langkah ini diambil demi memperbaiki kualitas layanan kesehatan domestik sekaligus mengurangi derasnya aliran warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri, yang selama ini menguras devisa negara hingga triliunan rupiah setiap tahun.

“Kami telah membuka sektor kesehatan. Rumah sakit atau lembaga medis asing boleh membuka cabang atau institusi afiliasi mereka di Indonesia,” tegas Presiden Prabowo dalam pernyataannya.

Kenapa Kebijakan Ini Diluncurkan?

Alasan utama pemerintah adalah fakta bahwa jutaan warga Indonesia setiap tahun memilih berobat ke luar negeri, khususnya ke negara-negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Hal ini tak hanya membebani keuangan pribadi masyarakat, tetapi juga menguras cadangan devisa negara. Dengan mengundang RS asing masuk ke Indonesia, pemerintah berharap layanan medis bertaraf internasional bisa dinikmati di dalam negeri tanpa harus keluar biaya mahal untuk perjalanan dan penginapan di luar negeri.

Bagaimana Respons Rumah Sakit Lokal?

Menanggapi kebijakan ini, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengambil sikap terbuka sekaligus waspada. Anggota PERSI, dr. Djoko Widyarto JS, DHM, MH.Kes menegaskan pihaknya tidak alergi terhadap persaingan, tetapi menuntut adanya aturan main yang adil agar rumah sakit lokal tidak terpuruk dalam persaingan yang timpang.

“Pada prinsipnya, kami tidak anti terhadap persaingan. Kehadiran pemain asing bisa menjadi pemacu bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas,” ujar Djoko saat dihubungi media pada Rabu, 16 Juli 2025.

PERSI berharap pemerintah menyiapkan regulasi yang komprehensif dan memastikan agar rumah sakit asing tidak hanya berfokus melayani pasien kelas menengah atas, sementara rumah sakit lokal terjebak melayani pasien kelas bawah tanpa dukungan setara.

Mayapada Hospital Ambil Langkah Nyata

Jika asosiasi masih menunggu kejelasan aturan, salah satu pemain besar di sektor kesehatan swasta, Mayapada Hospital, sudah bergerak lebih cepat. Tanpa menunggu kebijakan resmi, grup rumah sakit ini telah lebih dulu mengadopsi standar layanan internasional dan teknologi medis canggih untuk menjawab tantangan global.

Salah satu langkah konkret adalah pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Batam. Rumah sakit yang dibangun dengan investasi Rp2 triliun ini menggandeng Apollo Hospitals, jaringan rumah sakit terbesar dari India. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia langsung di Indonesia.

“Kami melihat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri semakin meningkat. Dengan kehadiran MABIH, kami yakin angka pasien yang berobat ke luar negeri akan menurun,” ujar Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, dalam pernyataan pada Februari 2025 lalu.

Langkah strategis ini menunjukkan bahwa Mayapada tidak hanya siap bersaing dengan rumah sakit asing, tetapi juga berambisi menjadi pemain utama dalam menahan devisa negara agar tak terus mengalir ke luar negeri.

Akankah RS Lokal Bertahan?

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com