Nasional . 21/07/2025, 15:38 WIB

Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan, Zulhas: Solusi Potong Rantai Pasok dan Lawan Tengkulak!

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih dibentuk tidak sekadar menjadi sarana produksi dan distribusi. Tetapi juga sebagai upaya strategis untuk memangkas rantai pasok yang panjang, sekaligus memberantas peran tengkulak dan rentenir di desa.

"Koperasi (Merah Putih) yang tidak hanya menjadi wadah produksi dan distribusi, tetapi juga untuk memotong rantai pasok, memberantas tengkulak dan rentenir, pemberdayaan, sekali lagi pemberdayaan petani, nelayan, serta pelaku ekonomi desa dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan, ekonomi, kerakyatan yang berkali-kali disampaikan oleh Bapak Presiden," kata Zulhas dalam acara peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli 2025.

Lebih jauh, Ketua Umum PAN ini menjelaskan, pembentukan koperasi ini didukung penuh oleh pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kota, dan kabupaten.

"Bapak Presiden membentuk Satuan Tugas, ada pusat yang saya ketuanya, Provinsi Pak Gubernur, Kabupaten, Bupati, Wali Kota, untuk memastikan bahwa rakyat di desa tidak berjalan sendiri, tetapi ditemani, difasilitasi, dan dipastikan keberhasilannya," imbuhnya.

Zulhas menambahkan, koperasi tersebut akan mengelola berbagai unit usaha, termasuk penyediaan kebutuhan pokok seperti gerai sembako, distribusi gas LPG 3 kilogram, serta layanan pembayaran listrik.

"Sebagai arahan Bapak Presiden, Satuan Tugas mendampingi koperasi agar dapat menjalankan usaha sekurang-kurangnya, gerai sembako, untuk memangkas rantai pasok yang panjang, outlet LPG 3 kilo, atau gas melon," tukasnya.

Selain itu, koperasi juga akan menjalankan layanan lain seperti klinik dan apotek desa, gudang penyimpanan hasil pertanian (cold storage), pengering padi dan jagung, simpan pinjam yang aman dan terhubung dengan Himbara, serta penyediaan sarana logistik dan pupuk.

"Klinik dan apotek desa, gudang atau cold storage atau pengering padi atau jagung. Simpan pinjam yang aman dan terintegrasi dengan himbara. Sarana logistik desa, agen pupuk, pembayaran listrik," lanjut dia.

Dalam laporannya, Zulhas menyampaikan bahwa hingga kini sudah terbentuk lebih dari 80 ribu koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

"Kami atas nama Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih menyampaikan laporan pelaksana inisiatif besar yang Bapak Presiden gagas dan pimpin, yaitu pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Alhamdulillah Bapak Presiden, hari ini secara hukum sudah terbentuk sebanyak 80.081 Koperasi," kata Zulhas.

Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah momentum penting dalam sejarah ekonomi Indonesia, yang menandai dimulainya era baru koperasi berbasis digital dan modern.

"Alhamdulillah, hari ini Presiden Republik Indonesia membuat sejarah baru bagi perjalanan bangsa Indonesia. Kita tidak hanya memperingati hari Koperasi Nasional yang ke-78 bersama Dekopin, tetapi hari ini kita melahirkan wajah baru Koperasi Indonesia, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar dia.

"Peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini menjadi tonggak awal dalam gerakan baru Koperasi Indonesia yang modern, efektif, digital," sambungnya.

(Anisha Aprilia)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com